SUARA PEKANBARU - Nama artis Rebecca Klopper hingga sekarang ini belum selesai menjadi topik hangat publik.
Pasalnya, belum lama ini telah beredar viral video syur mirip Rebecca Klopper dengan durasi 47 detik di media sosial.
Seiring berjalannya waktu, dikabarkan Rebecca Klopper sudah melaporkan akun media sosial yang menyebar video asusila miripnya dirinya tersebut.
Dalam video syur yang beredar, terlihat seorang perempuan tengah berbaring sambil membuka sebagian baju.
Di video tersebut juga, sang pemeran wanita tampak menjilati 'es krim' milik pemeran pria, yang tidak diketahui identitasnya.
Di samping itu, Marissya Icha mengungkapkan fakta yang baru terungkap sebelum video syur mirip Rebecca Klopper viral.
Menurut Marissya Icha, Rebecca Klopper sempat melaporkan mantan pacarnya kepada polisi atas laporan ancaman dan pemerasan.
Pernyataan tersebut, disampaikan oleh Ahmad Ramzy selaku kuasa hukum Rebecca Klopper, dan peristiwa itu terjadi sekitar Oktober 2022 lalu.
"Sekitar Oktober, saya mendapat surat kuasa dari saudara RK. Kaitannya tentang pemerasan, dan pengancaman yang dialami RK, berkaitan dengan masalah saat ini video yang beredar," kata Ahmad Ramzy, dikutip dari video kanal YouTube KH Infotainment.
Baca Juga: Bikin Salfok, Sikap Mulan Jameela Disorot saat Lesti Kejora Duet Bareng Ahmad Dhani
Ahmad Ramzy menyebutkan, bahwa sudah ada dua nama orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni RFN dan NR.
"Dari kedua tersangka didapati bahwa memiliki alat peras, yang mana alat peras itu video tersebut," katanya.
Tak hanya itu, Ahmad Ramzy menyebut, Rebecca Klopper sempat diperas senilai Rp30 juta agar skandal videonya tak disebar.
"Klien saya (sempat) mengirimkan sejumlah uang, waktu itu jumlahnya sekitar Rp30 juta," kata Ramzy.
Kemudian, Rebecca Klopper memilih jalur damai lewat restorative justice, di mana laporannya sedang diproses polisi pada November 2022. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Choi Minho SHINee Pamer Teknologi AI Rumah Pintar yang Makin Personal Milik LG
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Nekat Palsukan Tanda Tangan Demi Bantuan Pompa Air, Karier Politik Kader PDIP Selayar Tamat
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua