/
Rabu, 28 Juni 2023 | 08:57 WIB
Potret Ponpes Al Zaytun, Indramayu dari udara. (Dok: Al-zaytun.sch.id)

SUARA PEKANBARU - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko respon perihal tuduhan ke dirinya jadi preman yang berusaha melindungi Ponpes Al Zaytun.

Pembahasan terkait Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Indramayu masih menggegerkan publik akibat ajarannya yang menyimpang Agama Islam.

Sampai saat ini penelusuran alasan adanya penyimpangan tersebut terus dilakukan untuk mengungkap penyebabnya.

Namun, Moeldoko diseret karena dianggap menjadi bekingan Ponpes Al Zaytun. Membuat dirinya tidak ingin disebut preman.

Alhasil, Moeldoko menyampaikan pembahasan tersebut saat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (26/6/2023).

"Emang preman kok jadi beking, itu yang ngomong suruh sekolah dulu itu biar pintar dikit," kata Moeldoko.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko (sumber: Dok: KSP)

Walaupun, Moeldoko menganggap dirinya sangat dekat terhadap Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang. Namun kedekatannya hanya sebatas komunikasi.

Tujuan adanya komunikasi yang dilakukan Moeldoko dan Panji Gumilang untuk membahas tentang politik dan publik.

"Emang kenapa (dekat)? Enggak boleh apa dekat," cecar Moeldoko.

Baca Juga: 3 Kesalahan saat Memandikan Kucing yang Sering Dilakukan, Segera Hentikan!

Tentunya komunikasi Moeldoko ke pimpinan Ponpes Al Zaytun sebagai bentuk tugas yang dilakukan sebagai kepala KSP.

"Ya biasa saja, kan kita itu harus pandai membangun. Apalagi kan tugasnya kepala KSP harus berpandai berkomunikasi sama siapapun."

"Kan gitu, konteksnya komunikasi politik, komunikasi publik dan seterusnya."

Moeldoko meminta agar publik tidak berpikir yang aneh. Soalnya ia bilang kedekatan dengan Panji Gumilang supaya menelusuri semua ajaran di Ponpes Al Zaytun.

"Jadi jangan terus diartikan macam-macam, dan semakin dekat dengan Pak Panji Gumilang. Saya bisa semakin melihat apa yang dia lakukan," pungkasnya.(*)

Load More