SUARA PEKANBARU - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru mewakili Pemkot Pekanbaru akan segera mengurus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berkeliaran.
Permasalahan ODGJ yang berkeliaran di jalanan. Menjadi faktor yang serius bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru.
Terutama terhadap ODGJ yang berada di Jalan Suka Karya, Pekanbaru. Diminta warga setempat agar mereka segera dievakuasi oleh Dinsos.
Dikutip Suara Pekanbaru dari kanal resmi Pemkot Pekanbaru, Selasa (27/6/2023), sebelum dievakuasi ke rumah sakit pihaknya mengurusi masalah asesmen dulu.
Kepala Dinsos Kota Pekanbaru, H. Idrus mengatakan, pihaknya melakukan penelusuran terlebih dahulu dimana keluarganya ODGJ itu.
"Tugas Dinsos Kota Pekanbaru dalam rangka penanganan ODGJ itu, yang bisa kita tangani adalah yang terlantar," ungkap Idrus.
"Jadi pemerintah adalah untuk menyelesaikan ketelantaran ODGJ. Kalau dia berkeliaran di wilayah Kota Pekanbaru, kita asesmen dulu, mencari data mereka," sambungnya.
Berusaha mungkin Dinsos segera mencari keberadaan keluarganya supaya ODGJ yang terlantar di Jalan Suka Karya bisa dipulangkan pemerintah.
Apabila data keluarganya tidak ditemukan, pihaknya akan segera membawa ODGJ ke rumah sakit jiwa (RSJ) untuk ditangani lebih lanjut.
Baca Juga: Perbandingan Rekor 5 Wakil Asia di FIFA U-17, Indonesia Belum Ada Catatan!
"Kita akan antarkan ke pihak keluarga dulu. Kita komunikasikan dengan keluarga. Kalau dia tidak ada keluarga, kita rujuk ke rumah sakit jiwa," jelasnya.
Untuk masalah kesehatan, Dinsos Pekanbaru mengabarkan, kalau layanan dari Puskesmas bisa melewati program doctor on call.
Terlebih lagi, sangat membantu untuk mengevakuasi atau menangani ODGJ yang mengganggu warga di Kota Pekanbaru.
"Sekarang ada program pemerintah kota yang diluncurkan pak wali (Muflihun), yaitu doctor on call. Masyarakat bisa menghubungi pihak puskesmas untuk melakukan evakuasi dan berobat," pungkasnya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Xiaomi Pad 8 Siap Meluncur di Pasar Global, Usung Chipset Kencang Snapdragon 8s Gen 4
-
4 Brightening Sleeping Mask Alcohol-Free untuk Kulit Cerah Tanpa Iritasi
-
Cara Mengaktifkan 2FA: Langkah Mudah Lindungi Akun Media Sosial dari Peretas
-
Lempar Bom ke Sekolah, Siswa SMP di Kubu Raya Ternyata Terpapar TCC dan Jadi Korban Perundungan
-
Galon Air Minum Tampak Buram dan Kusam? Waspadai Risiko BPA Semakin Tinggi
-
Purbaya Sebut Revisi UU P2SK Bisa Perbaiki Gejolak Pasar Saham
-
Seni Meraih Doktor Berasa Healing di Eropa: Sebuah Perjalanan yang Menginspirasi
-
Penjualan Nintendo Switch 2 Pecahkan Rekor, Capai Belasan Juta Unit
-
Niat Bersalaman Berujung Kasus, Begini Babak Baru Perkara Habib Bahar bin Smith
-
Infantino Buka Pintu untuk Rusia, Sanski FIFA Segera Dicabut