SUARA PEKANBARU - Polemik Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun diduga menistakan agama. Membuat Mahfud MD angkat bicara.
Pastinya pesantren tersebut tidak dibubarkan. Meski ajaran yang dilakukan pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang dituding sesat.
Hal tersebut langsung disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD pada Rabu (12/7/2023) kepada wartawan.
"Jadi, Al Zaytun itu tidak boleh lagi berlarut-larut sampai 20 tahun seperti sekarang," ungkap Mahfud MD.
Peristiwa yang dilakukan Ponpes Al Zaytun sampai saat ini tentu membuat Mahfud MD gerah, karena semakin menghebohkan publik.
Walaupun Panji Gumilang sebagai pimpinannya saat ini masih dalam melakukan proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
Meski sebelumnya Panji Gumilang juga sudah melaporkan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Melihat dari persoalan seperti Al Zaytun. Sudah banyak kasus yang serupa bikin geger publik. Tiba-tiba menghilang begitu saja.
Hal ini tentunya tidak dibiarkan Mahfud MD. Ia menyebutkan segera mungkin akan menyelesaikan masalah yang terjadi di Al Zaytun.
"Setiap muncul, lalu hilang lagi. Mau pemilu muncul lagi. Sekarang selesaikan!," tegas Menko Polhukam itu.
Terlebih lagi, ia berharap Al Zaytun tidak akan dibiarkan bubar. Sebab, ponpes yang terletak di Indramayu masih masuk ke kategori institusi pendidikan yang baik.
"Dengan catatan Al Zaytun sebagai pondok pesantren itu tidak akan dibubarkan," tuturnya.
Cara yang dilakukan untuk menyelesaikan masalahnya yaitu harus merombak total isi yang di dalam Al Zaytun. Seperti ajaran dan tenaga pengajar di sana yang harus diganti.
"Dibersihkan kalau ada kotor-kotorannya di dalam pelaksanaannya. Tetap, pondok Ponpes Al Zaytun dan seluruh sekolah dan pesantrennya tidak akan dijatuhi sansik apa-apa, dan akan terus berjalan," tandasnya.
Hal yang semakin bikin publik panas. Akibat sikap Panji Gumilang yang terus berani dan menentang bagi setiap orang yang menuduh dirinya sesat.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam