SUARA PEKANBARU - Cak Imin atau Muhaimin Iskandar kabarnya akan segera digarap KPK terkait kasus korupsi Kemnaker 2012 lalu.
Terkiat bau konspirasi di tengah masyarakat, KPK mengaku sebagai lembaga yang tegak lurus.
Seperti diketahui, Cak Imin adalah bakal calon wakil presiden dari Anies Baswedan untuk Pilpres 2024 mendatang.
Tak lama setelah keduanya deklarasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan akan kembali menggarap Kasus Korupsi Kemnaker 2012.
Satu di antara yang akan digarap adalah Cak Imin yang saat itu adalah Menteri Ketenagakerjaan di era Presiden Susolo Bambang Yudhoyono alias SBY.
KPK menjelaskan dalam hal ini akan memeriksa Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan sistem proteksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri tegas meminta tidak mengaitkannya dengan politik terlebih jelang Pilpres 2024.
Jelaskannya, KPK telah mengusut dugaan rasuah jauh sebelum Cak Imin maju sebagai bacawapres mendampingi Anies Baswedan.
Ali mengatakan, KPK bahkan sudah menggeledah beberapa lokasi sebelum keduanya resmi berduet di kontestasi politik 2024.
Baca Juga: Rekam Jejak Ikram Rosadi, Suami Baru Larissa Chou Ternyata Bukan Orang Sembarangan
“Perlu dipahami, jauh sebelum itu kami sudah lakukan proses penanganan perkara tersebut. Jauh sebelum hiruk pikuk persoalan tersebut," kata Ali Fikri dalam keterangan yang diterima Suara Pekanbaru pada Minggu 3 September 2023.
"Kami pun sudah lakukan kegiatan penggeledahan beberapa waktu lalu sebagai bagian proses penegakan hukumnya,” katanya.
Dengan kondisi saat ini, Ali tegas mengatakan, tidak boleh menggoreng rencana pemeriksaan Cak Imin.
Pihak-pihak dilarang menyebarkan narasi informasi yang tidak utuh terkait penanganan perkara di Kemnaker.
Kata dia, KPK sudah melakukan kerja-kerja secara transparan. Dia lantas meminta menyimak dan mengikuti proses penanganan perkara tersebut.
"Sama sekali (pemeriksaan Cak Imin) tidak ada kaitannya dengan proses politik yang sedang berlangsung tersebut,” ujar Ali.
Tag
Berita Terkait
-
Cara Puan Maharani Menggoda AHY yang Lagi Jomblo, PDIP Buka-bukaan Soal Hubungan Bersama Demokrat
-
Dengar nih Mas AHY, Anies Baswedan 'Ditodong' Juga, Ternyata Ada Sosok Berpengaruh Beri Syarat yang Bikin Cak Imin Kesulitan
-
DETIK-DETIK Prabowo Subianto Deklarasi, Kader PBB Penuhi DBL Arena Surabaya, Yusril Ihza Mahendra dan Petinggi Gerindra Ada di Lokasi
-
Kekuatan Penguasa Ngotot di MK, Ini Sosok Pendamping Prabowo Subianto yang Disebut Bisa Tumbangkan Anies dan Ganjar
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
iPhone, iPad, Mac,dan Apple Watch Naik Harga, Cek Daftarnya
-
WFC Gak Se-Estetik di Medsos! Tantangan Pekerja Remote Menepis Stigma Negatif
-
Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz
-
7 Zodiak yang Isinya Orang Kaya di ASEAN, Taurus dan Aries Paling Dominan
-
Detik-Detik Rumah Warga Jepara Rusak Usai Dilintasi Sound Horeg Saat Takbiran
-
Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Jabar, Binokasih Mulang Salaka Tandai Pembukaan di Sumedang
-
5 Lipstik Matte Terlaris di Shopee, Transferproof dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Hobi Checkout Baju Picu Clutter Lifestyle dan Sampah Tekstil Meningkat?
-
Hutan Bukan Milik Negara: Mengapa Masyarakat Adat Papua Menolak Skema Perhutanan Sosial?
-
Terdampak Konflik Geopolitik Global, Ratusan Umat Buddha Tetap Gelar Doa Damai di Borobudur