/
Selasa, 12 September 2023 | 21:33 WIB
Ilustrasi mahasiswi sedang bekerja freelance. Untuk menghindari salah pilih jurusan kuliah, penting bagi mahasiswa untuk merenungkan minat, nilai, dan tujuan mereka dengan cermat, mencari informasi. (Pexels.com/@olly)

SUARA PEKANBARU - Mahasiswa bisa salah pilih jurusan kuliah karena berbagai alasan, dan setiap individu memiliki faktor-faktor yang berbeda. 

Untuk menghindari salah pilih jurusan kuliah, penting bagi mahasiswa untuk merenungkan minat, nilai, dan tujuan mereka dengan cermat, mencari informasi tentang berbagai program studi, berbicara dengan penasihat akademik, dan mendapatkan pengalaman praktis atau magang jika memungkinkan. 

Jika salah pilih jurusan telah terjadi, mahasiswa juga dapat menjajaki opsi untuk mengganti jurusan atau menyesuaikan rencana akademik mereka sesuai dengan minat dan tujuan yang baru ditemukan.

Beberapa penyebab umum mengapa mahasiswa mungkin salah pilih jurusan kuliah meliputi:

1. Kurangnya Pemahaman Tentang Jurusan 

Beberapa mahasiswa mungkin memilih jurusan tanpa pemahaman yang cukup tentang apa yang sebenarnya dilibatkan dalam program studi tersebut. 

Mereka mungkin hanya mengandalkan ekspektasi atau stereotip yang tidak akurat.

2. Tekanan Orang Tua atau Keluarga 

Beberapa mahasiswa mungkin merasa tertekan untuk memilih jurusan tertentu karena ekspektasi dari orang tua atau keluarga mereka, meskipun jurusan tersebut tidak sesuai dengan minat atau bakat mereka.

Baca Juga: 4 Jurusan Top Gak Bakal Nganggur, Bisa Langsung Kerja di Kementerian Perdagangan

3. Ikut-ikutan Teman-teman 

Terkadang, mahasiswa memilih jurusan yang sedang populer di antara teman-teman mereka tanpa mempertimbangkan apakah itu sesuai dengan minat atau tujuan karier mereka.

4. Tidak Memiliki Waktu untuk Merenung
 
Beberapa mahasiswa mungkin memilih jurusan tanpa meluangkan waktu untuk merenung tentang minat, nilai, dan tujuan mereka dalam hidup. Ini dapat mengarah pada pilihan yang tidak tepat.

5. Tidak Memahami Peluang Karier 

Mahasiswa mungkin tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang peluang karier yang tersedia setelah lulus dari jurusan tertentu. Mereka mungkin memilih jurusan tanpa mempertimbangkan apakah akan ada permintaan kerja yang tinggi di bidang tersebut di masa depan.

6. Faktor Ekonomi

Load More