SUARA PEKANBARU - Satu hari yang cerah di sebuah kota kecil, terdapat sekelompok ibu-ibu yang sedang duduk bersama di taman setelah mengantar anak-anak mereka ke sekolah.
Mereka berkumpul untuk berbicara tentang satu masalah yang mereka semua rasakan, harga-harga semakin mahal. Meskipun tantangan ini sulit, mereka telah menemukan cara untuk mengelola keuangan mereka dengan bijak.
Salah satu ibu, Maria warga Pekanbaru mulai berbicara soal harga yang mahal di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
"Harga-harga memang semakin mahal, tetapi kita tidak boleh menyerah. Kita harus tetap berusaha untuk menjalani hidup yang seimbang dan bahagia," kata dia.
Ibu-ibu yang lain mengangguk setuju, dan mereka semua saling berbagi tips dan trik tentang bagaimana mengatasi lonjakan harga.
Nina, seorang ibu yang ahli dalam memasak, berkata benar-benar ekstra pikir dalam mengatur isi dompet.
"Saya telah mempelajari cara membuat makanan yang lezat dengan bahan-bahan yang lebih terjangkau. Ini membantu kami menghemat uang dalam jangka panjang," kata dia.
Ibu-ibu lain setuju dan mulai berbagi resep-resep hemat yang mereka temukan.
Lalu, Susan, seorang ibu dengan keahlian dalam pengelolaan keuangan, memberikan saran tentang bagaimana membuat anggaran yang ketat.
"Saya selalu membuat anggaran bulanan dan mencatat setiap pengeluaran. Dengan cara ini, saya bisa melihat di mana uang saya benar-benar pergi dan dapat membuat penyesuaian jika diperlukan," ucapnya.
Selain itu, ibu-ibu tersebut juga mulai membentuk sebuah komunitas berbagi barang-barang yang tidak lagi mereka butuhkan.
Mereka menyadari bahwa dengan menukar atau memberikan barang-barang yang tidak terpakai, mereka bisa menghemat uang dan mengurangi konsumsi yang tidak perlu.
Sementara itu, Lisa, seorang ibu yang mahir dalam menanam sayuran, mengajak yang lain untuk memulai kebun kecil di halaman mereka masing-masing.
Dengan berkebun sendiri, mereka dapat mengurangi biaya membeli sayuran di toko dan juga menikmati hasil kerja keras mereka sendiri.
Meskipun harga-harga semakin mahal, ibu-ibu ini telah belajar untuk beradaptasi dan mengelola keuangan mereka dengan bijak.
Mereka mendukung satu sama lain dalam menghadapi tantangan ini dan terus mencari cara kreatif untuk mengatasi lonjakan harga.
Dengan tekad dan solidaritas mereka, mereka membuktikan bahwa dengan perencanaan dan kolaborasi, mereka dapat menjalani kehidupan yang bahagia dan seimbang meskipun dalam situasi ekonomi yang sulit.
Nah berikut adalah beberapa tips bagi ibu-ibu untuk mengelola keuangan di tengah harga-harga yang semakin mahal:
1. Buat Anggaran
Mulailah dengan membuat anggaran bulanan yang rinci. Catat semua pemasukan dan pengeluaran keluarga.
Ini akan membantu Anda melihat dengan jelas di mana uang Anda pergi dan bagaimana mengalokasikan dana dengan lebih bijak.
2. Prioritaskan Pengeluaran
Identifikasi pengeluaran yang paling penting dan prioritaskan mereka. Kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, listrik, dan pendidikan harus menjadi prioritas utama.
3. Hemat di Supermarket
Cari cara untuk menghemat uang saat berbelanja. Gunakan daftar belanja, bandingkan harga, manfaatkan diskon atau promosi, dan pertimbangkan untuk membeli barang-barang dalam jumlah besar jika itu lebih ekonomis.
4. Kendalikan Utang
Hindari mengakumulasi utang yang tidak perlu, terutama utang konsumen dengan bunga tinggi. Usahakan untuk melunasi utang secara berkala.
5. Kendalikan Impuls Belanja
Hindari membeli barang-barang secara impulsif. Berikan diri Anda waktu untuk mempertimbangkan pembelian besar dan pertimbangkan apakah itu benar-benar diperlukan.
Ingatlah bahwa mengelola keuangan di tengah kenaikan harga memerlukan disiplin dan perencanaan yang baik. Dengan berfokus pada kebutuhan utama, mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, dan meningkatkan pemahaman Anda tentang keuangan pribadi, Anda dapat mengatasi tantangan keuangan yang mungkin timbul akibat harga yang semakin mahal.
Berita Terkait
-
Deretan Program Jokowi Ini Dinilai Anies Baswedan Bikin Ibu-Ibu 'Jantungan' Tiap Hari, Yakin Mau Dilanjutkan?
-
Sederet Anak Buah Jokowi Kumpul di Batam, Atas Nama Investasi Rempang Dibuat Memanas hingga Bentrok
-
Jokowi Nilai Biang Kerusuhan Rempang 'Sepele', Sosok Jenderal Paling BerpengaruhTengah Malam Lakukan Hal Tak Terduga pada Presiden
-
Anak Buah Jokowi Akui Hacker Akun YouTube DPR Lebih Canggih, Menkominfo: Masa Menyalahkan Pak RT
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Perjalanan Karier Pemain Maluku Daijiro Chirino hingga Membela Klub Cristiano Ronaldo
-
8 Golongan Penerima Zakat Mal, Tidak Hanya Fakir Miskin
-
Mudik ke Maluku, Pemain Keturunan Ini Dibuat Geleng-geleng Lihat Indahnya Kampung Halaman
-
Minta Mobil Dinas Rp8,5 M, Intip Harta Kekayaan Gubernur Kaltim Rudy Masud dan Istri
-
Apakah CPNS Dapat THR Lebaran 2026? Begini Aturan Resminya
-
Indosat HiFi Air Resmi Hadir, Internet Rumah Tanpa Kabel Bisa Dibawa Mudik dan Langsung Aktif
-
Lolos Saja Belum Pasti, Pelatih Malaysia Sudah Pasang Target Juara Piala Asia 2027
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
7 Olahraga yang Cocok Dilakukan saat Puasa agar Tetap Bugar
-
Solidaritas Mokel Berjamaah, Mengapa Jadi Tren?