/
Rabu, 13 September 2023 | 20:26 WIB
Sengketa Pulau Rempang Batam kini menjadi fokus pemerintah untuk segera diselesaikan. (tangkapan layar/Ist)

SUARA PEKANBARU - Kerusuhan di Rempang, Batam menjadi sorotan nasional. Bentrok masyarakat dengan polisi yang sangat mengejutkan itu ternyata gara-gara masalah "sepele".

Presiden Joko Widodo alias Jokowi sampai mempertanyakan apakah masalah di Rempang sampai harus diselesaikan oleh presiden.

Dengan kondisi di lapangan yang dinilai masyarakat sangat di luar dugaan, Jokowi pun buka-bukaan bicara Remang hingga penyebab awal yang sebenasrnya sangat bisa dilakukan oleh jajaran bawahnya. 

Dalam pembicaraan di sela Pembukaan Sewindu Proyek Strategis Nasional (PSN) 2023 di Jakarta pada Rabu, 13 September 2023, Jokowi mengatakan seharusnya aparat tidak bertindak represif kepada masyarakat, khususnya berkaitan dengan proyek strategis nasional. 

"Ini selalu saya ingatkan jangan malah menggunakan pendekatan-pendekatan yang represif kepada masyarakat," kata Joko Widodo dalam arahannya pada acara Pembukaan Sewindu Proyek Strategis Nasional (PSN) 2023 di Jakarta, Rabu.

Tengah malam ditelepon jenderal paling berpengaruh

jokowi kereta cepat jakarta bandung (sumber: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat)

Pernyataan Presiden itu menyoal proyek-proyek strategis nasional yang terhambat masalah. Jokowi menginginkan masyarakat senang jika ada ganti untung yang diberikan oleh Pemerintah.

"Ganti untung karena harga yang diberikan adalah harga yang terbaik. Berulang kali saya tekankan bahwa PSN ini tujuannya adalah memberi manfaat untuk rakyat, bukan justru sebaliknya menderitakan masyarakat," tegasnya.

Salah satu proyek yang dicermati Presiden adalah proyek di Pulau Rempang, Kepulauan Riau. Presiden mengaku sampai menelepon Kapolri tengah malam terkait dengan masalah tersebut.

"Saya sudah sampaikan urusan yang di Rempang. Tadi malam, tengah malam saya telepon Kapolri. Ini hanya salah komunikasi saja, di bawah salah mengomunikasikan saja. Diberi ganti rugi, diberi lahan, dan diberi rumah, tetapi mungkin lokasinya belum tepat. Itu yang harusnya diselesaikan. Masak urusan begitu harus sampai presiden?" ujarnya.

Baca Juga: 5 Jurusan Jebolan Kampus Malah 'Produksi' Pengangguran Tertinggi, Lima Faktor Ini Jadi Penyebab

Apabila ada hal-hal yang tidak bisa diselesaikan di lapangan, menurut Presiden, semestinya segera melaporkan ke direktorat atau menteri terkait.

"Jangan kalau ditanya siap Pak. Gimana? 'Beres Pak'. Beres, beres. 'Aman Pak'. Aman, aman. Nanti begitu terakhir, 'mohon maaf Pak belum selesai Pak', nah. 'Tidak bisa selesai Pak', nah," kata Presiden.

Dikatakan pula bahwa semua persoalan sejatinya dapat ditemukan solusi apabila sudah dibawa dalam rapat.

"Biasanya kita itu kalau sudah ada masalah, dengan menteri-menteri, dengan Kapolri, dengan Panglima, rapatkan, sudah ketemu, selesai masalah. Ketemu solusinya setiap masalah," jelasnya. (Antara)







Load More