SUARA PEKANBARU - Iron Dome, yang cukup terkenal selama beberapa tahun terakhir sebagai sistem pertahanan udara yang paling hebat di dunia.
Akan tetapi, nyatanya taktik serangan kelompok Hamas terbukti sukses meruntuhkan perisai Iron Dome.
Bahkan mereka berhasil menghujan di wilayah Israel dengan rudal yang ditembakkan dari Jalur Gaza.
Iron Dome yang dipakai oleh Israel sejak tahun 2011 dan dikembangkan sejak konflik dengan Lebanon pada sekitar tahun 2006.
Ketika itu ribuan roket Hizbullah ditembakkan ke sejumlah kawasan Israel dan membunuh banyak warganya. Sejak saat itulah Israel mulai mengembangkan Iron Dome.
Dalam Iron Dome terdapat tiga komponen yang memiliki jarak maksimal 70 KM, yakni Radar detection and tracking, Battle management, dan weapon control and missile launcher, yang dilengkapi dengan 20 misil Tamir.
Cara kerja sistem ini adalah dengan mendeteksi roket yang datang menggunakan Radar dan mengirimkan informasi tersebut ke sistem kontrol senjata, lengkap dengan kalkulasi rumit untuk mendeteksi trayektori, kecepatan, dan juga perkiraan target dari roket tersebut.
Jika roket itu ternyata mengarah ke daerah padat penduduk atau lokasi strategis lain, Iron Dome otomatis akan meluncurkan misil Tamir untuk menghancurkan roket tersebut saat masih berada di udara.
Namun, sehebat apa pun sistem Iron Dome, Hamas yang sudah bertahun-tahun mencari kelemahan dari sistem ini akhirnya menemukan kelemahannya.
Baca Juga: Masker Ajaib untuk Perawatan Wajah 'Sisa Kenikmatan' Suami Lalu Campur Jeruk Nipis
Hamas pun akhirnya mampu melakukan serangan ke arah Israel dengan meluncurkan roket dalam jumlah yang sangat banyak. Maka dari itu, sistem Iron Dome sempat kebingungan dalam operasi al-Aqsa.
Hamas mengklaim meluncurkan lebih dari 5.000 roket dalam rentang waktu 20 menit, dan ternyata cara ini sukses mengatasi sistem Iron Dome.
Kelompok Hamas dalam hal ini memetik banyak keuntungan karena roket yang mereka luncurkan harganya jauh lebih murah ketimbang misil Tamir yang dipakai oleh Iron Dome. (*)
Berita Terkait
-
Masjid Bersejarah di Gaza Hancur Lebur Akibat Serangan Udara Israel, Pasar-Pasar di Palestina Banjir Darah
-
Warga Israel Menolak Perang Pilih Kabur ke Luar Negeri di Tengah Seruan Perang Lawan Palestina
-
Rumah Sakit Indonesia Dibombardir Israel, Eks Perdana Menteri Israel Turun Gunung Ikut Perang
-
11 Hal yang Harus Diketahui dari Hamas, Ada Gerakan Intifada Sheikh Ahmed Yasin dan Abdul Aziz al-Rantissi dan Cap Teroris oleh Barat
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun
-
Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar
-
Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!