Ponorogo.suara.com - Cuaca buruk disertai hujan deras yang terjadi di sejumlah wilayah khususnya Kabupaten Ponorogo Jawa timur, mengancam tertundanya panen raya yang segera dilaksanakan.
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Cabang Ponorogo, Agus Setiaji menjelaskan, cuaca buruk yang disertai hujan deras akhir-akhir ini memang tidak berdampak langsung bagi petani, air yang merendam sawah juga tidak membuat panen menjadi gagal, meski demikian panen yang seharusnya dilaksanakan sesuai jadwal, kemungkinan bisa tertunda.
Penundaan ini terjadi bila air membanjiri sawah hingga mengakibatkan tanaman padi terendam banjir sehingga kadar air pada gabah meningat pesat.
“dampak buruk akibat cuaca akhir-akhir ini ke petani ya tidak secara langsung, paling panennya nunggu kering” ujarnya
Agus menambahkan, dengan kondisi yang seperti ini, maka padi akan mengalami peningkatan volume air dan menyebabkan tidak bisa dilakukan pengeringan di dalam bed driyer automixing
“hujan yang tinggi mempengaruhi kadar air dalam gabah sehingga gabah tidak bisa langsung di bed dryer, oleh sebab itu untuk menunggu kadar air berkurang, panen di undur”
Ponorogo adalah salah satu Kabupaten yang masuk dalam 10 besar Kabupaten penghasil dan penyumbang padi di Jawa Timur pada tahun 2022. Pada tahun ini 2023, potensi sumbangan padi diprediksi lebih besar mengingat, petani Ponorogo hampir secara keseluruhan menanam padi dibanding tahun lalu yang terjeda oleh tanaman jagung
Menurut laporan Badan Pusat statistik (BPS) Kabupaten Ponorogo di tahun 2020 luas lahan panen mencapai 65,07 ribu hektar, dengan produksi padi sebesar 377,33 ribu Ton-GKG. Sementara untuk produksi beras, BPS mencatat sebesar 216,76 ribu ton-beras.
Baca Juga: Sejumlah Karangan Bunga Berjejer di Polres Jaksel, Desak Tangkap AG Kekasih Mario Dandy
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?