/
Sabtu, 25 Februari 2023 | 19:31 WIB
Petani sedang memupuk padi (ponorogo.suara.com/dedi)

Ponorogo.suara.com - Cuaca buruk disertai hujan deras yang terjadi di sejumlah wilayah khususnya Kabupaten Ponorogo Jawa timur, mengancam tertundanya panen raya yang segera dilaksanakan.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Cabang Ponorogo, Agus Setiaji menjelaskan, cuaca buruk yang disertai hujan deras akhir-akhir ini memang tidak berdampak langsung bagi petani, air yang merendam sawah juga tidak membuat panen menjadi gagal, meski demikian panen yang seharusnya dilaksanakan sesuai jadwal, kemungkinan bisa tertunda.

Penundaan ini terjadi bila air membanjiri sawah hingga mengakibatkan tanaman padi terendam banjir sehingga kadar air pada gabah meningat pesat.  

“dampak buruk akibat cuaca akhir-akhir ini ke petani ya tidak secara langsung, paling panennya nunggu kering” ujarnya

HKTI sedang membahas panen raya (sumber: ponorogo.suara.com/dedi)

Agus menambahkan, dengan kondisi yang seperti ini, maka padi akan mengalami peningkatan volume air dan menyebabkan tidak bisa dilakukan pengeringan di dalam bed driyer automixing

“hujan yang tinggi mempengaruhi kadar air dalam gabah sehingga gabah tidak bisa langsung di bed dryer, oleh sebab itu untuk menunggu kadar air berkurang, panen di undur”

Ponorogo adalah salah satu Kabupaten yang masuk dalam 10 besar Kabupaten penghasil dan penyumbang padi di Jawa Timur pada tahun 2022. Pada tahun ini 2023, potensi sumbangan padi diprediksi lebih besar mengingat, petani Ponorogo hampir secara keseluruhan menanam padi dibanding tahun lalu yang terjeda oleh tanaman jagung

Menurut laporan Badan Pusat statistik (BPS) Kabupaten Ponorogo di tahun 2020 luas lahan panen mencapai 65,07 ribu hektar, dengan produksi padi sebesar 377,33 ribu Ton-GKG. Sementara untuk produksi beras, BPS mencatat sebesar 216,76 ribu ton-beras.

Baca Juga: Sejumlah Karangan Bunga Berjejer di Polres Jaksel, Desak Tangkap AG Kekasih Mario Dandy

Load More