ponorogo.suara.com – Kasus dugaan pungutan liar penerbitan surat segel tanah di Desa sawoo, Kecamatan sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terus berlanjut. Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten Ponorogo akan memeriksa perangkat Desa sawoo setelah pemeriksaan saksi dari pihak warga, selesai dilaksanakan.
Kasie Intel Kejari Ponorogo Agung Riyadi menyatakan kasus ini sudah dalam tahap penyidikan dan pemeriksaan terhadap perangkat Desa Sawoo dilakukan paling akhir setelah selesai pemeriksaan korban atau warga Sawoo.
“Akan kita agendakan pemeriksaan terhadap perangkat Desa Sawoo, namun jadwalnya yang terakhir. Kita selesaikan pemeriksaan untuk warga dulu,” ungkap Agung, kepada ponorogo.suara.com jejaring media suara.com
Kejari Ponorogo sendiri sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap 20 orang saksi sejak kasus tersebut ditetapkan ke tahap penyidikan pada 22 Februari 2023 silam. Dari puluhan saksi yang diperiksa berasal dari warga Desa Sawoo dan dua orang dari BPN D
“Jadi tiap minggu ada 10 saksi yang dipanggil.Tapi ini ada yang dipanggil ulang, sebab ada yang tidak hadir dalam pemanggilan pertama. Alasannya sedang sakit, sehingga belum bisa datang. Nah, yang belum datang itu, kita surati kembali,” kata Agung.
Ia menambahkan, saat ini Kejari Kabupaten Ponorogo tengah menyeleksi saksi untuk dimintai keterangan agar dapat merucut ke saksi penting yang mengetahui secara utuh dugaan pungli tersebut.
“Dua orang dari BPN itu, kita mintai keterangan karena dalih penerbitan surat segel tanah itu, kaitannya dengan program PTSL. Nah, kita kroscek itu ke BPN,” katanya.
Kasi Intel Kejaksaan Ponorogo menegaskan bahwa pemeriksaan kasus masih berjalan dan sejumlah saksi terpaksa dilakukan pemanggilan ulang karena tidak bisa hadir dengan berbagai alasan
“Tetap jalan terus, perangkat desa akan kita periksa yang terakhir,” pungkasnya
Baca Juga: Krisdayanti Ajak Wartawan Makan Saat Rayakan Ulang Tahun ke 48, Kebaikan Sang Diva Diungkap
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Innalillahi, Ibu Fedi Nuril Meninggal Dunia
-
Percepat Program Perumahan Rakyat, Mendagri Dukung Penuh Implementasi 0% BPHTB dan PBG bagi MBR
-
Prabowo: Rakyat Tidak Bermimpi Hidup Kaya Raya, tapi Mimpi Bisa Hidup Layak
-
Band Aqua Pelantun Lagu 'Barbie Girl' Umumkan Bubar, Fans 90-an Auto Kehilangan
-
Kerusakan Mata Andrie Yunus Bersifat Permanen, Dokter RSCM Sebut Keparahannya Capai Grade 3
-
I.League Bocorkan Persiapan Kembalinya Piala Indonesia, Sinkronisasi Jadwal Jadi Kunci
-
Bayar Utang atau Berkurban, Mana yang Harus Didahulukan Menurut Islam?
-
Singgung Perang di Eropa hingga Timteng, Prabowo Beri Alasan Ingin Hadir di Rapat Paripurna DPR
-
Vespa Rilis Edisi Terbatas 80 Tahun Bawa Warna Ikonik 1946
-
Strategi 'Reverse Engineering' John Herdman di Piala AFF 2026: Lebih dari Sekadar Target Juara