Ponorogo.suara.com – Aksi unjuk rasa menuntut adanya transparansi dari Pemerintah Desa (Pemdes) Ngrupit terkait dengan Pendapatan Asli Desa (PADes) terjadi di pasar Janti, Desa Ngrumpit Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, jawa Timur
Dalam aksi yang dilakukan pedagang pasar, massa ingin adanya transparasi pengelolaan dana restribusi dari Pasar Janti, Mereka tidak ingin, pendapatan restribusi Pasar Janti yang mencapai jutaan itu diselewengkan.
Salah seorang demonstran, arif Priyono menuturkan, dari Keterangan kepala desa sebelumnya, pemasukan desa itu cuma Rp5 juta padaha menurut hitungan warga pemasukan hingga Rp20 juta,
Ia menambahkan, pemilik warung atau toko di komplek Pasar Janti setiap bulan harus mengeluarkan uang sebesar Rp35 ribu untuk retribusi. Sementara jumlah warung dan toko di Pasar Janti mencapai 58 lapak. Selain itu, juga ada retribusi tahunan untuk pembaharuan sewa sebesar Rp100 ribu.
“Saya dan teman-teman akan carikan bukti. Kalau nanti diselewengkan akan kita tuntut,” ungkapnya, kamis (30/2/23)
Sementara itu pihak Kepala Desa Ngrupit, Suherwan menjelaskan, bahwa retribusi dari Pasar Janti itu sebesar Rp6,5 juta. Jumlah itu sudah bersih, dipotong oleh upah penarikan dan pemeliharaan.
“Mari kita teliti bareng-bareng supaya bisa clear,” kata Suherwan.
Ia menambahkan, retribusi untuk Pasar Janti, ditarik setiap hari. Nominal retribusi per warung dikenai Rp1.000 per hari, retribusi sendiri ditarik jika orangnya ada.
Saat ini, total lapak warung dan toko di Pasar Janti ada 52 lapak. Dari jumlah itu, yang aktif buka hanya sekitar 30an lapak
Baca Juga: Rekam Jejak Gianni Infantino, Presiden FIFA yang 'Galak' Coret Indonesia dari Piala Dunia U-20
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting