ponorogo.suara.com – Upaya untuk mendapatkan kehidupan yang aman jauh dari marabahaya akibat tanah retak yang sejak tahun 2018 silam menghantui warga Desa bengkring, Kecamatan Slahung, Kabupaten ponorogo Jawa Timur tampaknya masih butuh kesabaran
Bupat Ponorogo, Sugiri sancoko yang akrab disapa Kang giri menuturkan, pihaknya baru akan melakukan pengecekan kondisi lahan dan rumah belasan KK warga terdampak tanah retak di bekiring dalam beberapa hari kedepan.
Kang Giri mejelaskan, pihaknya sudah mendengar kabar tentang puluhan warga desa nguncup yang terpaksa mengungsi sementara akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari ini dan berbahaya bagi bangunann rumah
“hanya mengungsi pada saat hujan, kalau tidak hujan tidak aman, maka mudah-mudahan hari ini gerimis, belum mengungsi tapi saya minta jadwal untuk kita tengok bersama-sama ke sana ya” ungkapnya kepada ponorogo.suara.com jejaring media Suara.com, senin (3/4/23)
Ia menambahkan, meski kondisi warga sudah sangat berharap direlokasi, namun Pemkab belum bisa mengambil keputsan tersebut sebelum melihat secara langsung. Selain itu laporan dari BPBD Kabupaten Ponorogo terhadap lokasi terdampak bencana statusnya juga masih bagus dan belum layak untuk dilakukan relokasi.
“jangan dulu-dulu, saya belum lihat situasinya seperti apa, saya belum kebisa ambil keputusan tapi kalau sudah ada mitigasi kalau hujan ngungsi itu sudah langkah yang paling tepat. laporan dari BPBD statusnya masih sangat belum layak untuk direlokasi, statusnya masih bagus,” ungkap orang nomer satu di Bumi Reog
Seperti Diketahui, Puluhan Rumah warga Desa Bekring, Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo terdampak dan terancam akibat tanah retak yang disebabkan oleh penuruhan tanah akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. dari peristiwa tersebut. 14 rumah warga mengalami kerusakan parah sementara 7 lainnya terancam dari longsoran tanah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Rodri Kejar Gelar yang Belum Dimiliki, Piala Dunia 2026 Bersama Timnas Spanyol
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang