Ponorogo.suara.com – upaya untuk mencegah masuknya ternak sapi yang memiliki penyakit berbahaya terus digalakkan Pemkab Ponorogo. Tim gabungan yang dibentuk pemerintah daerah, rabu (5/4/23) mulai menggelar penyekatan di dua titik lalu lintas ternak di perbatasan Biting dan Danyang Ponorogo, Jawa Timur.
Dalam penyekatan ini petugas memastikan setiap ternak yang masuk ke Ponorogo harus mengantongi surat keterangan kesehatan hewan – SKKH. Selain itu sapi yang bisa masuk harus sudah divaksin
Kabid kedaruratan dan logistik – BPBD Surono mengatakan, penyakit menular seperti penyakit kuku dan kulit (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) masih belum hilang dari Bumi Reog
Dari data BPBD kabupaten Ponorogo, jumlah sapi yang terserang penyakit PMK 20 ekor sedangkan yang terpapar LSD sebanyak 376 ekor
“saat ini tadi sudah dimulai dengan membuat penyekatan penyekatan di dua titik untuk mengecek lalu lintas ternak yang masuk ke wilayah Ponorogo” ungkapnya kepada ponorogo.suara.com jejaring media suara.com
Surono menyebutkan, sapi dengan penyakit LSD secara kasat mata sangat terlihat oleh petugas, peyakit LSD seperti cacar yang menyebar di kulit sapi. selain itu, Surono menambahkan, benjolan cacarnya juga muncul hingga kedalam daging sapi.
“Jadi kayak cacar itu, tapi itu malah secara kasat mata itu terlihat berbahaya, karena sampai masuk ke daging cacarnya” ungkapnya
Ia menekankan, petugas gabungan dari pemkab Ponorog akan dengan tegas menolak sapi-sapi yang terindikasi memiliki penyakit kulit serta tidak melengkapi persyaratan untuk masuk ke Ponorogo.
Pihak BPBD Ponorogo hingga H minus 1 akan terus melakukan penyemprotan tempat tempat yang digunakan untuk transkasi hewan ternak untuk mencegah meningkatnya penyakit pada sapi menjelang perayaan Idul Fitri 1444 hijriyah
Baca Juga: Raup Miliaran, Begini Siasat Rafael Alun Trisambodo Timbun Uang Haram yang Diungkap KPK
Berita Terkait
-
Kecelakaan Truk di Jalan Raya Ponorogo Trenggalek Akibat Sopir Mengantuk, Telur Sebanyak 5,5 Ton Terguling di Josari Jetis
-
Gubernur Temukan Minyakita Kosong dan Ada Praktik dijual Bundling, Bupati Ponorogo: untuk Hindari Rush
-
Ini Dia Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo yang Lahirkan Generasi Amanat: Yudisiumkan 2040 Santri
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda
-
Pemuda 18 Tahun Perkosa Penyandang Disabilitas di Lamongan, Kenalan Lewat Instagram
-
Menjual Keranda di Malam Ganjil
-
Pohon Tumbang Tutup Jalan Malang-Kediri, BPBD Gerak Cepat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Deretan Plot Twist Jelang Ending Drakor No Tail To Tell
-
Virgoun dan Lindi Fitriyana Pacaran Setahun Sebelum Menikah Hari Ini
-
Malaysia Dibantai Thailand 0-8, Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal Wanita 2026
-
98 PHL Dishub Palembang Tiba-Tiba Dirumahkan Jelang Ramadhan, Apa Penyebabnya?
-
Jangankan Diundang, Inara Rusli Bahkan Tak Tahu Virgoun Menikah dengan Lindi Fitriyana