Suara ponorogo – Perang saudara yang terjadi di Sudan antara antara dua faksi utama rezim militer, yakni antara angkatan bersenjata dan paramiliter berdampak terhadap pelajar Indonesia yang menimba ilmu di negara yang terletak di timur laut benua Afrika tersebut.
Husnul Ma'arif, mahasiswa S2 asal Ponorogo yang tengah menyelesiakan pendidikan Masternya di Universitas Al-Qur'an Nulkharim menjelaskan, perang di kota Khartoum, lokasi tempat dia dan sejumlah mahasiswa asal Indonesia tinggal sangat sering terdengar rentetan senjata api antara dua pihak yang bertikai
Bahkan intensitas suara tembakan semakin sering lantaran di tempat ia mencari ilmu tersebut berdekatan dengan pangkalan paramiliter atau tim pemberontak.
"Suasananya bisa dibilang mencekam karena seluruh akses ditutup, apalagi di bandara yang digunakan sebagai medan pertempuran," ujar Husnul kepada ponorogo.suara.com, kamis (4/5/23)
Ia bercerita, untuk meninggalkan kota Khartoum menuju tempat evakuasi bagi warga negara asing juga tidak mudah, pemberontak melakukan penjagan ketat dan memerksa setiap warga negara asing yang akan meninggalkan kota menuju lokasi evakuasi.
"Alhamdulillah. Kami sangat beruntung bisa keluar dari (negara) Sudan yang sedang mengalami pecah perang saudara, saat hendak meninggalkan kota, kami diperiksa satu satu oleh paramiliter" ungkapnya
Husnul yang saat ini sudah berada di tengah keluarganya di Ponorogo bercerita untuk dapat pulang ke Indonesia, dirinya Bersama mahasiswa asal Indonesia lainnya terpaksa melalui jalur laut dengan kapal yang sudah disediakan untuk mengevakuasi warga negara asing menuju Saudi dan selanjutnya diterbangkan ke Indonesia
"Saya bisa keluar dari Sudan tanggal 28 April dibawa ke Saudi (Arabia) menggunakan kapal, lalu berlanjut terbang ke Indonesia, dan datang dua hari lalu," tuturnya.
Husnul menyebut ada 1.209 warga Indonesia yang berada di Sudan. Saat ini hampir semuanya sudah berhasil dipulangkan ke Indonesia. Meski ada sejumlah WNI yang enggan dievakuasi karena masih berada di tempat yang lebih kondusif.
Baca Juga: Kepemilikan Jeera Foundation, Organisasi yang 'Dekat' dengan Narapidana
"Ada beberapa yang enggan dievakuasi karena masih kondusif tempatnya," jelas Husnul.
Dirinya belum bisa memastikan kapan akan kembali ke Sudan. Husnul lebih memilih menunggu kabar resmi dari pemerintah serta KBRI di Sudan, meski dirinya saat ini tengah menunggu proses wisuda yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2023.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Baju Lebaran Ramah Lingkungan: Lebih Baik Mana, Poliester atau Katun?
-
Kawasan Ekonomi Khusus Telah Serap Investasi Rp 336 Triliun dan 249 Ribu Tenaga Kerja
-
26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
-
5 Cushion Minim Oksidasi, Bikin Makeup Glowing Seharian saat Lebaran
-
BRI Salurkan Bantuan Sembako Tahap Lanjutan untuk Korban Pergerakan Tanah di Sukabumi
-
5 Body Lotion Alfamart dengan Kandungan SPF, Bikin Kulit Cerah dan Melindungi dari Terik Matahari
-
Stok Batubara Aman, PLN Pastikan Listrik Lebaran Tanpa Gangguan
-
Wajib Punya! 5 Sepatu Ortuseight Paling Nyaman untuk Lebaran, Bikin Silaturahmi Anti Pegal
-
Vernon dan The8 SEVENTEEN Bentuk Unit Baru, Album Dijadwalkan Rilis Juni
-
Kantor Bank BPD DIY Wirobrajan Terbakar, Enam Motor Inventaris Ludes Dilalap Api