Suara Ponorogo - Gelombang penolakan Rencangan Undang Undang Kesehatan Omnibus law, semakin gencar terjadi di sejumlah daerah. Di ponorogo Jawa Timur, 5 organisasi kesehatan seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), menggelar aksi unjuk rasa damai, di 5 rumah sakit besar di Kota Reog, dengan mengenakan pita hitam sebagai simbol berkabung atas berlanjutnya RUU Kesehatan dalam omnibus Law
Seperti di RSUD dr. Harjono Ponorogo, selain menyematkan pita hitam, sejumlah nakes juga membagikan bunga ke pasien di RSUD Harjono.
Wakil ketua IDI, dr Kautsar Prastudia saat dikonfirmasi sejumlah awak media, menjelaskan aksi ini bagian keprihatinan para nakes terhadap sikap pemerintah yang dinilai sewenang wenang terhadap pekerja medis yang pernah menjadi garda terdepan dalam penanganan wabah covid 19 tahun 2020 - 2022.
Ia menekankan, keputusan yang tertuang dalam RUU Kesehatan omnibus law untuk menghapus organisasi kesehatan adalah tindakan yang gegabah dan tidak berpihak ke pekerja medis atau nakes
"Kami menolak secara absolute, karena akan dihapusnya organisasi profesi yang menjadi payung pekerja medis" ungkapnya, senin (8/5/23)
Kautsar menambahkan penghapusan organisasi profesi yang bertugas mengontrol tenaga medis dalam menjalankan profesinya sesuai etika kedokteran akan membuat masyarakat kembali menjadi korban
"Organisasi kesehatan itu bertugas untuk mengontrol dan mengawasi para dokter bekerja sesuai etika dan keahliannya, jika dihapus, siapa nanti yg akan mengawasi mereka, kam dampaknya balik ke masyarakat" tambahnya
Dokter Spesialis Anak tersebut memastikan akan terus menggelar aksi damai hingga Senayan menolak RUU Kesehatan yang segera akan di bahas di parlemen.
Aksi damai dengan doa bersama sekaligus membagikan bunga untuk pasien ini dipastikan tidak mengganggu proses pelayanan kesehatan, justru mampu mendekatkan pasien ke pihak medis yang menangani pasien.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim