Suara Ponorogo – Keberadaan lumbung padi yang menjadi simbol kearifan lokal dan tradisi budaya masyarakat Indonesia masih terawat dengan baik di Kelurahan Purweroje, Kecamatan Balong, Ponorogo, Jawa Timur.
Warga memanfaatkan lumbung pagi yang sudah dibangun sejak tahun 1970 silam, hingga saat ini. Bahkan tidak hanya satu, keberadaan lumbung padi di Desa ini, berjumlah 6 bangunan.
Sofian, salah seorang warga menyebut kebijakan menyetor gabah kering hasil panen warga ke lumbung memang sudah ada saat dirinya kecil, bahkan aktifitas tersebut masih diteruskan hingga sekarang
Ia mengaku dalam sekali setahun, ia harus menyetorkan gabah seberat 40kg yang nantinya akan digunakan jika dirinya atau warga lainnya sangat membutuhkan karena mengalami musim paceklik atau kekurangan bahan pangan untuk keluarga.
ia memastikan, bahwa sistem ini sangat baik dirasakan oleh masyarakat, pasalnya selain untuk stok ketahanan pangan di musim paceklik, kalau ada warga yang tidak mampu juga bisa menikmati manfaat lumbung padi.
“kegiatan ini sangat baik bagi masyarakat, ini adalah program yang dilaksanakan secara aktif sejak ia masih kecil” ungkapnya
Sementara itu, Andre, petugas pencatat lumbung padi menjelaskan bahwa timbunan gabah yang disimpan di lumbung ini akan digunakan kembali kepada masyarakat.
Ia bahkan membuat catatan simpan – pinjam gabah dari masyarakat dengan bunga gabah seberat 13kg untuk pinjaman gabah seberat 40kg yang nantinya bunga gabah-gabah ini digunaan untuk kebutuhan acara Desa.
“setiap anggota wajib andil dalam peminjaman gabah, yang nantinya bunganya yang harus berbentuk gabah bisa digunakan untuk kebutuhan konsumsi acara desa seperti 17an, dll” katanya.
Baca Juga: Dituding Main Judi Sampai Rp200 Juta Melayang, Inara Rusli Skakmat Ibu Virgoun Pakai Bukti Valid
Kepala Desa Purworejo, Didik Subagyo menjelaskan, kebijakan lumbung padi yang sudah berjalan puluhan tahun memang menjadi program yang sangat berdampak terhadap ketahanan pangan warga setempat.
Oleh sebab itu, ia mewajibkan setiap Kepala Keluarga (KK) untuk aktif terlibat dalam program lumbung padi yang nantinya, gabah-gabah dari lumbung bisa dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan warga.
Didik menekankan, memang dari dulu lumbung padi tersebut menjaga ketahanan pangan di masa paceklik. Namun untuk masa normal, lumbung padi ini bisa dijadikan KAS desa, seperti untuk konsumsi acara-acara di lingkungan
“sebelum tahun 2000 memang untuk pangan, tapi kalau sekarang, adalah untuk kebutuhan masyarakat seperti membuat tenda warga, meja kursi untuk acara warga dan semua asset warga” ungkapnya
Ia menekankan sudah terlibat dalam menjaga lumbung padi Desa Purworejo sejak masih sangat muda, tentunya sebelum dipilih warga untuk menjadi kepala Desa Purworejo ini
“di desa kami alhamdullilah tiap dusunnya sudah ada bangunan lumbung padi dan aktif, masyarakat bisa terjaga dari musim paceklik khususnya untuk ketahanan pangan” tambahanya
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Selebgram di Medan Ditangkap Polisi Kasus Narkoba
-
Warga Bogor Merapat! Ini 6 Hal yang Perlu Diketahui Soal Shalat Id Perdana di Stadion Pakansari
-
Hasil IBL 2026: Pelita Jaya Makin Tak Terbendung, Rajawali Medan Korban Berikutnya
-
BRI Super League: Ini Hasil Laga Sengit PSIM Yogyakarta vs Persijap Jepara
-
Spanyol Tarik Permanen Dubes dari Israel, Ketegangan Diplomatik Makin Memanas
-
Garda Revolusi Iran: Hai Musuh-musuh Kami, Menyerah atau Hancur Lebur!
-
Rahasia Hemat Mudik Lebaran Terungkap, Cukup Pakai Promo Spesial Ramadan BRI dan Daftar BRImo
-
Intip 7 Poin Usulan Reformasi Total Sistem Pemilu Indonesia: Fokus Cegah Korupsi Dana Kampanye
-
Salah Stadion! Niat Nonton Barcelona Lawan Newcastle, Fans Blaugrana Tersesat Sejauh 589 Km
-
Nge-War Tiket Lebaran? Begini Cara Hemat Pakai Promo BRI dan Manfaatkan Super Apps BRImo