Suara Ponorogo - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, memberikan pernyataan yang mengejutkan terkait kasus dugaan korupsi proyek BTS BAKTI Kominfo yang menjerat Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny G Plate.
Dalam konferensi pers yang digelar di NasDem Tower, Paloh menyatakan bahwa partainya siap menghadapi pemeriksaan yang menyeluruh terhadap semua anggota partai untuk menelisik aliran dana yang terlibat dalam kasus tersebut.
"Partai ini menginginkan transparansi yang seutuhnya. Periksa seluruh kemungkinan dari ujung kiri ke ujung kanan," kata Surya Paloh dengan tegas.
Pernyataannya tersebut juga menunjukkan komitmen Partai NasDem dalam mengungkap fakta sejati terkait dugaan korupsi ini.
Meskipun menghadapi situasi yang rumit, Paloh juga menekankan pentingnya menjalankan proses hukum dengan seimbang dan adil, tanpa adanya pihak-pihak yang diperlakukan secara khusus. Ia berharap agar penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung dapat berlangsung dengan transparansi dan tanpa intervensi politik.
"Dengan kemampuan profesionalisme Kejaksaan Agung kita yang bebas dari intervensi siapa pun dan juga kepentingan politik mana pun, kenapa kita tidak berikan dukungan sepenuhnya?" kata Paloh dengan keyakinan.
Sebagai informasi tambahan, Menkominfo Johnny G Plate telah secara resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus tersebut setelah menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung. Dirdik Jampidsus Kejagung RI, Kuntadi, mengonfirmasi bahwa Johnny akan ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI, Ketut Sumedana, menjelaskan bahwa penetapan status tersangka terhadap Johnny G Plate dilakukan setelah tiga kali pemeriksaan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendalami keterlibatan Johnny di balik perkara korupsi yang diduga merugikan negara hingga Rp8 triliun lebih.
"Kenapa yang bersangkutan (Johnny) kita panggil hari ini, kemarin kita umumkan bersama Jaksa Agung dan Kepala BPKP, hasil dari LHP teman-teman ahli BPKP itu yang kita sampaikan hari ini, klarifikasi. Kenapa kerugian begitu besar. Masyarakat juga kaget kan awalnya disebut 1 triliun jadi 8 triliun. Ini yang akan kita gali semuanya," ungkap Ketut Sumedana.
Selain pemeriksaan terhadap Johnny, pihak penyidik juga berencana melakukan penggeledahan. Namun, Ketut tidak merinci lokasi penggeledahan dan apakah ada keterkaitan dengan Johnny atau tidak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan
-
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultramikro: Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
-
Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini
-
Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret
-
5 HP Gaming Rp3 Jutaan Terbaik yang Cocok untuk Multitasking
-
Di Tengah Ketidakpastian Global, Generasi Muda Dipanggil Menjadi Pembawa Perubahan
-
Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi
-
6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
-
Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta
-
Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!