Suara Ponorogo - Mantan Juru Bicara Kepresidenan periode 2016-2019 dan saat ini anggota Komisi III DPR dari fraksi PDIP, Johan Budi, telah mengajukan usulan menarik terkait kepemimpinan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Usulannya adalah agar kedua lembaga tersebut dipimpin oleh jenderal Polri bintang empat, dengan tujuan agar Kepala BNN dan BNPT memiliki kedudukan setara dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), yang juga memiliki pangkat bintang empat.
Menurut Johan, Kepala BNN dan BNPT seharusnya memiliki otoritas independen dan tidak terikat dengan koordinasi Kapolri karena keduanya memimpin lembaga yang berbeda.
Ia berpendapat bahwa independensi Kepala BNN dan BNPT dapat tercapai jika mereka memiliki pangkat yang setara dengan Kapolri.
Johan menjelaskan, "Filosofinya adalah bahwa BNPT dan BNN dalam konteks kelembagaan harus setara dengan posisi menteri dan bertanggung jawab langsung kepada presiden." Menurutnya, usulan ini penting untuk menjaga independensi lembaga-lembaga tersebut, serta meminimalisir rasa sungkan dalam koordinasi dengan Polri, terutama karena BNN berada di bawah lingkup Polri.
Johan Budi menambahkan bahwa usulan ini didasarkan pada fakta bahwa rantai komando BNN dan BNPT tidak hanya berlaku di tingkat pusat, tetapi juga mencakup daerah-daerah di seluruh Indonesia, termasuk BNPT yang juga mengelola jaringan hingga ke luar negeri.
Saat ini, Kepala BNN dijabat oleh Komjen Petrus Reinhard Golose, sementara Kepala BNPT dijabat oleh Komjen Rycko Amelza Dahniel. Keduanya memiliki pangkat jenderal Polri dengan bintang tiga. Sebelumnya, proses pelantikan Kepala BNN maupun BNPT dilakukan oleh Presiden, bukan oleh Kapolri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik