Suara Ponorogo – Peluang usaha bagi pengerajin abon di Ponorogo semakin cerah setelah perayaan Idul Adha.
Agustin Dwi Hanifah (35), Seorang pengerajin abon daging sapi warga desa Mangunsuman, Kecamatan Siman, Ponorogo, kebanjiran order pasca perayaan Idul Adha.
Permintaan yang melonjak drastis ini membawa keuntungan yang signifikan bagi pelaku usaha tersebut.
Dalam wawancara dengan ponorogo.suara.com, Mantan quality control di sebuah perusahaan Jasa Boga penerbangan di Jakarta ini mengungkapkan betapa pesatnya permintaan pembuatan abon daging sapi pasca Idul Adha.
"Saya sangat terkejut dengan besarnya permintaan abon daging sapi setelah perayaan Idul Adha. Sehari saja, saya bisa menerima pesanan sebanyak 20-30 kilogram daging sapi dari warga yang menginginkan daging sapinya diolah menjadi abon," ujarnya dengan antusias.
Tingginya permintaan ini telah membawa dampak positif bagi Agustin, baik dari segi omset maupun reputasi bisnisnya.
"Dalam sehari, saya bisa menghasilkan omset jutaan rupiah hanya dari pembuatan abon" ungkap Ahli Gizi alumnus Politeknik Kesehatan Malang.
Ia menekankan, untuk memperoleh abon berkualitas, Ia mematok harga sebesar 65 ribu rupiah per kilogram daging mentah yang akan diolah.
Dari 1 kilogram daging mentah, mampu menghasilkan 600 gram abon yang siap disantap oleh konsumen.
Baca Juga: Raffi Ahmad Lari Ngacir saat Disamperin Awak Media, Takut Ditanya Skandal Syahnaz Sadiqah?
Proses pengolahan abon sendiri dilakukan secara profesional dan higienis sehingga menghasilkan produk yang berkualitas dan aman dikonsumsi.
Warga desa Mangunsuman sendiri memberikan tanggapan positif terhadap bisnis Agustin. Hasanah (42), seorang ibu rumah tangga yang menjadi pelanggan setia, mengungkapkan kepuasannya dengan kualitas abon yang dihasilkan.
"Abon Bu Agustin sangat enak dan renyah. Rasanya pas di lidah. Kami senang bisa mendapatkan abon berkualitas dari pengerajin lokal seperti beliau," ungkapnya.
Melihat potensi bisnis yang semakin berkembang, Agustin berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi abonnya.
Ia berharap dapat memenuhi permintaan yang semakin tinggi dan menjaga kualitas produknya.
"Saya akan mempekerjakan beberapa tenaga kerja tambahan untuk membantu proses produksi agar dapat memenuhi permintaan yang semakin meningkat," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
Jelang Lebaran 2026, Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Daging Meugang Rp72,75 Miliar di Aceh
-
Laka Lantas Meningkat, Lelah dan Lalai Nyalip Jadi Pemicu Utama Kecelakaan saat Mudik 2026
-
Apakah Sebelum Salat Idulfitri Wajib Mandi Keramas?
-
Niat Mudik Malah Tertipu: Kisah Rizal yang Gagal Scan Tiket di Pelabuhan Ciwandan
-
Ini Lokasi Salat Idulfitri Muhammadiyah di Kota Makassar
-
Wafat di Singapura, Owner Kendal Tornado FC Nilai Bos Djarum Pebisnis Favorit
-
Siapa Dalang Teror Air Keras Aktivis KontraS? DPR Desak Bongkar Aktor Intelektual Oknum BAIS TNI
-
Beda Hari, Kekecewaan Muhammadiyah Sukabumi Usai Izin Salat Id di Lapang Merdeka Tak Dikabulkan
-
Bomber Timnas Bulgaria Sudah Gatal Ingin Injak Rumput Stadion GBK
-
Di Balik Pesta Mewah, Lettice Events Ubah Cara Kelola Limbah Makanan Lebih Efektif