/
Senin, 03 Juli 2023 | 19:53 WIB
Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia ((ponorogo.suara.com/dedy.s))

Suara Ponorogo – Penemuan jenasah di Ngawi, yang dibungkus dengan karpet di bawah jembatan Tol diduga kuat merupakan korban pembunuhan yang terjadi di Ponorogo. 

Kasus ini semakin menarik perhatian publik setelah Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP (Ajun Komisaris Polisi) Nikolas Bagas Yudhi Kurnia menyatakan bahwa karpet yang digunakan untuk membungkus mayat tersebut identik dengan karpet yang hilang di Ponorogo beberapa waktu lalu.

Nikolas menyatakan bawah pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian di Ngawi terkait hasil koordinasi terkini terkait dengan otopsi dan penemuan mayat yang dilakukan beberapa hari lalu. 

Dalam otopsi tersebut, petugas menemukan beberapa patahan di tulang rawan bagian kepala, serta adanya luka pada bagian kepala bagian belakang dan atas.

Mantan Kasatreskrim Polres Nganjuk ini  juga mengungkapkan bahwa hasil tes DNA yang dilakukan pada mayat tersebut telah dikirim ke Polda Jawa Timur dan saat ini masih dalam proses. 

Hal ini bertujuan untuk memastikan identitas korban dan mencocokkan data dengan kemungkinan korban yang hilang di Ponorogo.

Hasil tes DNA ini diharapkan dapat memberikan petunjuk yang jelas terkait hubungan antara mayat yang ditemukan dengan kasus pembunuhan yang terjadi di Ponorogo.

Selain itu, dalam pemeriksaan forensik, ditemukan bahwa benda tumpul menjadi penyebab patahan tulang rawan kepala atas korban. 

"Temuan ini menjadi bukti kuat bahwa kasus ini berkaitan dengan tindak kekerasan dan pembunuhan," tegas Nicko

Baca Juga: Resmi! Newcastle Rampungkan Transfer Sandro Tonali, Pemain Italia Termahal

Pernyataan penting yang disampaikan oleh Kasat Reskrim Ponorogo adalah adanya kesamaan antara karpet yang digunakan untuk membungkus mayat dengan karpet yang hilang di Ponorogo.

"untuk karpetnya identik dengan karpet yang hilang di semanding" terangnya

Untuk membuktikan hal ini secara ilmiah, pihak kepolisian akan melakukan uji forensik yang lebih mendalam terhadap karpet tersebut.

Hingga saat ini, penyelidikan terus, pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib.

Keterbukaan dan partisipasi masyarakat diharapkan dapat membantu penyelesaian kasus ini dengan cepat.
 

Load More