Suara Ponorogo - Konflik antara pemilik lahan, Bagus Robijanto, dan sejumlah warga di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Ponorogo semakin meruncing setelah Roby sapaan untuk Bagus Robijanto membangun tembok setinggi 4 meter yang menutup akses jalan menuju 13 kepala keluarga (KK).
Dalam sebuah wawancara dengan Andre Pradana, Lurah setempat, diketahui bahwa situasi ini merupakan akumulasi dari ketidakharmonisan yang telah berlangsung lama.
Andre menyadari adanya keregangan hubungan antara Roby dan warga sekitar yang telah menyebabkan aksi penutupan jalan tersebut. "Ini adalah hasil dari akumulasi kejengkelan yang berlarut-larut hingga mencapai pengadilan” terangnya
Ia menambahkan, Saat ini, pihaknya sedang berusaha keras untuk meredam situasi ini dan menurunkan tensi agar kedua belah pihak dapat berdialog dengan baik. Namun, sayangnya, saat ini tidak memungkinkan,"
Warga yang terdampak oleh penutupan jalan ini mencakup 7-8 rumah atau sebanyak 13 KK. Namun, warga di belakang area tersebut tidak terdampak langsung oleh tembok yang dibangun oleh Roby.
Penutupan jalan ini mengakibatkan akses menuju daerah tersebut sangat terbatas, terutama bagi pengguna sepeda motor.
Ketika ditanya mengenai alternatif akses lain, Lurah menjelaskan bahwa ada dua jalur lain yang bisa digunakan. "Ketika kami membaca hasil putusan pengadilan, kami menemukan bahwa akses depan bukanlah satu-satunya jalan yang harus dilalui. Meski begitu, memang terjadi kendala dalam hal ini," jelas Lurah.
Pembangunan tembok penghalang di lahan pribadi tersebut memang menjadi persoalan penting bagi warga terdampak khususnya dalam hal evakuasi warga atau akses kendaraan darurat seperti ambulans, situasinya menjadi sulit.
Hingga saat ini, pihaknya berjanji untuk terus berupaya menjaga situasi agar kembali normal dan mengupayakan agar warga mendapatkan akses.
Baca Juga: So Sweetnya Syahnaz dan Rendy Kjaernett saat Syuting, "Selingkuh Hanya Perlu Gak Tahu Diri"
Berita Terkait
-
Kontroversi Tembok Setinggi 4 Meter di Ponorogo: Alasan Pemilik Lahan Menutup Jalan Setelah Dikucilkan Warga
-
Tanah Gerak Ponorogo: Lahan Relokasi Dilengkapi Tapal Batas! BPBD dan Perhutani Siap Relokasi Warga Terdampak
-
Perubahan Daftar Bacaleg: Komisioner KPU Ponorogo Ungkap Syarat Penting yang Harus Dipenuhi
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Nyali Samurai Yusaku Yamadera! Sebut PSIM Siap Kejutkan Persib Bandung di GBLA
-
Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar
-
AS Bangun Pangkalan Pesawat Tempur Raksasa di Alaska Senilai Rp121 Triliun
-
Hillary Brigitta Lasut Semprot Amien Rais: Serangan ke Teddy Bukan Kritik, Tapi Fitnah
-
Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas
-
Hempas Kulit Kusam! 4 Scrub Mask Black Sugar Terbaik untuk Wajah Glowing
-
Zulhas Ungkap Marak Penipuan Rekrutmen Kopdes Merah Putih: Seleksi Gratis dan lewat Situs Resmi
-
Apakah Sabun Cuci Muka Batangan Bisa Mencerahkan Wajah Kusam? Ini 4 Rekomendasinya
-
Sertifikatnya Dicabut, Apakah Status Mualaf Richard Lee Gugur? Ini Penjelasan Ustaz
-
Beban Berat di Balik Pintu Kos: Surat Terakhir Pemuda Tulungagung yang Gantung Diri