Suara Ponorogo - Sebuah sekolah dasar negeri di Desa Jalen, Kecamatan Balong, Ponorogo, Jawa Timur, mengalami situasi yang tidak lazim pada tahun ajaran baru kali ini.
Sekolah tersebut tidak memiliki satu pun siswa baru yang mendaftar. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya oleh pihak sekolah, seperti memberikan seragam gratis dan uang transportasi bagi siswa, minat siswa untuk bersekolah di tempat ini tetap rendah.
Di hari pertama tahun ajaran baru, ruang kelas di SDN Jalen yang biasanya dipenuhi dengan riuhnya anak-anak yang bercanda dengan teman sekelas, kali ini kosong tanpa siswa baru.
Pihak sekolah sebenarnya telah melakukan upaya maksimal untuk menarik minat siswa agar mau bersekolah di sini.
Mereka sudah mendatangi orang tua calon siswa jauh-jauh hari sebelum penerimaan peserta didik baru (PPDB), menggratiskan seragam sekolah, memberikan tabungan untuk siswa, bahkan memberikan uang transportasi sebesar Rp150.000 per bulan untuk setiap siswa yang mendaftar.
Uang transportasi tersebut diambil dari uang pribadi para guru.
Ketidakhadiran siswa baru di sekolah ini didasari oleh beberapa faktor. Selain jumlah calon siswa yang semakin sedikit, persaingan dari sekolah swasta juga menjadi alasan utama.
Padahal, fasilitas sekolah ini telah memenuhi standar alat peraga belajar mengajar, dan sekolah ini juga telah mencetak alumni-alumni yang berprestasi, seperti dokter.
Hanya terdapat satu siswa di kelas 2 di sekolah ini, sedangkan total siswa yang ada hanya 24 anak.
Baca Juga: Dar Der Dor! Kelompok Bersenjata 2 Jam Serang Aparat Polsek Dan Koramil Di Intan Jaya
Saat diwawancarai ponorogo.suara.com, siswa kelas 2, Khoirul, mengakui bahwa ia tidak memiliki teman sekelas.
Kepala sekolah SDN Jalen, Dedy Adi Nugroho, mengakui bahwa sebelumnya ada dua pendaftar, namun karena tidak ada penambahan siswa, kedua siswa ini akhirnya memilih bersekolah di tempat lain.
Dedy mengatakan, "Dua siswa ini berkeinginan agar kelas satu ada teman, artinya jika ada lima baru mau masuk. Namun, karena hanya ada dua, dengan berat hati saya meminta mereka untuk mencari sekolah lain. Jadi, kelas 1 di sekolah ini tidak memiliki siswa. Untuk kelas 2, hanya ada satu siswa, kelas 3 ada tiga siswa, kelas 4 ada lima, kelas 5 ada lima, dan kelas 6 ada sepuluh siswa, dengan total 24 siswa."
Data dari Dinas Pendidikan Ponorogo menunjukkan bahwa terdapat dua sekolah dasar negeri di Ponorogo yang tidak memiliki pendaftar baru, yaitu SDN Jalen dan SDN Munggu 2 di Kecamatan Bungkal.
Situasi ini menuntut perhatian lebih dari pihak terkait guna meningkatkan minat siswa untuk bersekolah di sekolah-sekolah tersebut
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian