SUARA PONOROGO - Kabar baik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Ponorogo.
Pemerintah kabupaten telah memberikan langkah baru dengan memberikan kesempatan kepada PPPK yang ingin mengajukan mutasi dari wilayah kerja awal mereka.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo, Andi Susetyo, ditemui ponorogo.suara.com menjelaskan bahwa, PPPK yang ingin mengajukan mutasi harus mematuhi masa kontrak kerja awal selama 5 tahun.
Namun demikian, peluang untuk pindah lokasi kerja akan diperjelas dan dianalisis lebih lanjut, dengan melibatkan pertimbangan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Andi Susetyo menjelaskan, "Bagi yang berkeinginan pindah sebelum kontrak berakhir, ini adalah hal yang tengah kami telaah secara serius. Kami sedang mempertimbangkan kemungkinan pelonggaran aturan terkait mutasi, meskipun tentunya kami perlu meminta pandangan dari BKN."
Dalam konteks ini, pemerintah sedang meninjau apakah alasan-alasan seperti pertimbangan kesehatan dan alasan lainnya yang diajukan oleh PPPK dapat diakomodasi dalam proses persetujuan mutasi.
Andi menegaskan bahwa dalam proses ini, aspek teknis dan aturan yang berlaku tetap akan diperhatikan.
Persyaratan mutasi termasuk minimal telah bekerja selama 1 tahun dan mendapatkan penugasan khusus dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.
"Pemohon dapat mengajukan permohonan dengan pertimbangan khusus dari Dinas Pendidikan, misalnya berhubungan dengan kesehatan atau jarak tempat tinggal yang sangat jauh dari lokasi penugasan" jelasnya.
Baca Juga: Hati-Hati, Inilah 4 Efek Samping Kelebihan Asam Folat bagi Ibu Hamil
Andi menambahkan bahwa Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Ponorogo akan terus memastikan agar proses ini berjalan lancar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Skema mutasi akan disesuaikan dengan kebutuhan teknis yang ada. Semua izin yang diperlukan akan diurus melalui mekanisme resmi BKN, termasuk dalam bentuk surat penugasan yang akan dikeluarkan oleh BKN.
Keputusan akhir mengenai kebijakan ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi semua pihak, dengan mempertimbangkan kebutuhan pegawai serta optimalisasi pelayanan pemerintah di tingkat kabupaten.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Australia Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Jackson Irvine Kecewa Wakil Asia Habis di 32 Besar
-
Reddit Kembali Dibuka di Indonesia, Komdigi Ungkap Alasan dan Syaratnya
-
Lolos ke Babak 16 Besar, Timnas Mesir Cetak Dua Sejarah Baru di Piala Dunia
-
Hasil Argentina vs Tanjung Verde: Tim Debutan Tahan Lionel Messi Cs 1-1 di Waktu Normal!
-
Sinopsis Film Seni Merayu Tuhan, Kisah Menyentuh Adaptasi Buku Habib Jafar
-
Punya Rumah Tusuk Sate? Ini 5 Tips Blokir Energi Negatif Menurut Feng Shui
-
Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
-
Kiper Mesir Syok The Pharaohs Bisa Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Ramalan Zodiak 4 Juli 2026: 5 Zodiak Ini Bakal Dapat Kabar Gembira di Akhir Pekan
-
Drama Adu Penalti di Arlington! Mesir Singkirkan Australia Segel Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026