Suara Ponorogo - Baru-baru ini, nama rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Ponorogo, yang dikenal sebagai "Hospitel Bantarangin," menjadi sorotan di media sosial karena penggunaan ejaan yang unik.
Sebuah unggahan di akun Facebook @Semua tentang Ponorogo langsung mendapatkan ratusan komentar dari warganet, terutama yang berasal dari Bumi Reog.
Salah satu komentar dari akun @Sri Lestari menyebutkan, "bahasa upin ipiin itu," menggambarkan kebingungan atas ejaan yang tidak biasa.
Sementara itu, akun @Lukman Hakim menulis, "kenapa tidak menyebut Rumah Sakit Umum Bantarangin saja begitu," mencerminkan kebingungan lainnya terkait nama yang tidak konvensional.
Tidak sedikitnya jumlah komentar di media sosial terkait nama "Hospitel Bantarangin" langsung mendapat tanggapan dari Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.
Kang Giri, sapaan akrab, pemimpin tertinggi di Bumi Reog, memberikan penjelasan yang menarik terkait nama tersebut.
Dalam wawancara dengan ponorogo.suara.com, Kang Giri menjelaskan, "Kita bicara tentang psikologi. Ketika seseorang masuk rumah sakit, mereka seringkali merasa lebih sakit hanya karena mereka berada di rumah sakit. Kami mencoba merubah persepsi ini. Kami ingin membuat rumah sakit menjadi tempat yang lebih ramah, nyaman, dan menyambut dengan senyum yang tulus di front office." terangnya
Kang Giri melanjutkan, "Mengapa kami memilih kata 'hospital'? Nah, seperti dalam Bahasa Inggris, kata 'hospital' terkesan sombong. Oleh karena itu, kami mengadopsi kata tersebut dari Bahasa Inggris, tetapi kami mengeja nya 'hospitel' dengan tambahan huruf 'E'."
Bupati Sugiri Sancoko juga menekankan inovasi lain yang diterapkan di Hospitel Bantarangin, yaitu memberikan pelatihan yang mirip dengan layanan hotel kepada seluruh karyawan dan perawat yang bekerja di sana.
"Oleh karena itu, semua karyawan dan perawat yang bekerja di sini diwajibkan untuk menjaga sikap ramah, tidak bersikap garang, dan selalu bersikap bersahabat," ungkapnya.
Dengan penjelasan ini, Hospitel Bantarangin mencoba memberikan pengalaman berbeda bagi pasien, menjauhkan asosiasi negatif terhadap rumah sakit, dan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan bersahabat bagi mereka yang mencari perawatan medis di Ponorogo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
STOP! Jangan Biarkan Anak Anda Duduk Begini Saat Mudik
-
Rahasia Hutan Ajaib
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
7 Tablet Anak Pengganti HP untuk Gaming dan Belajar, Bonus Stylus Pen Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Jadwal Lengkap Ganjil Genap, One Way, dan Contra Flow Tol Arus Balik Lebaran 2026
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Review Abang Adik: Siap-siap Banjir Air Mata dari Kisah Pilu Dua Saudara
-
5 Film Sci-Fi dari Masa ke Masa yang Bikin Optimis Sambut Masa Depan