Suara Ponorogo - Kecelakaan maut kembali terjadi di Ponorogo, kali ini melibatkan tiga sepeda motor yang terlibat dalam kejadian tragis di Ponorogo - Sukorejo, tepatnya di Desa Sidorejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo. Kecelakaan ini menelan satu korban jiwa.
Kronologi kejadian tersebut bermula saat sepeda motor Honda Grand dengan nomor polisi AE 2304 SJ dikendarai oleh Sarimin (58) bergerak dari arah Selatan menuju ke Utara dengan kecepatan sekitar 20 km/jam.
Saat belok ke kanan, sepeda motor tersebut ditabrak bagian depan oleh sepeda motor Yamaha Jupiter dengan nomor polisi AE-6723-VD yang dikendarai oleh Nofalio (14) dan dibonceng oleh Lukman (13). Kedua pengendara tersebut datang dari arah Utara menuju ke Selatan dengan kecepatan sekitar 60 km/jam.
Tidak hanya itu, Sarimin juga tertabrak oleh sepeda motor Honda Supra dengan nomor polisi B-3874-WS yang dikendalikan oleh Muhammad Saifudin (13) yang juga datang dari arah Utara menuju ke Selatan dengan kecepatan sekitar 60 km/jam.
"Kecelakaan ini melibatkan tiga sepeda motor. Akibatnya, Lukman (13) meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya hanya mengalami luka ringan," ungkap Kapolsek Sukorejo, Iptu Catur.
Kejadian tragis ini telah dilaporkan dan sedang ditangani oleh Satuan Lalu Lintas Polres Ponorogo.
Sementara itu, Kepala MTSN 6 Ponorogo, Nyamiran, menjelaskan bahwa korban, Lukman, adalah salah satu siswa di sekolah tersebut. Pada saat kejadian, korban baru saja pulang dari sekolah dan tengah mengendarai sepeda motor.
"Kami turut berduka cita dan sangat prihatin atas kecelakaan ini yang melibatkan salah satu siswa kami," ungkap Nyamiran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman
-
Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games
-
URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill
-
Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya
-
KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI
-
Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China
-
Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?