Poptren.suara.com - Penyakit jantung banyak dialami oleh orang usia lanjut. Namun sekarang, yang masih usia muda pun sudah banyak yang terkena penyakit jantung, bahkan tidak jarang sampai menimbulkan kematian.
Hal tersebut disebabkan gaya hidup, kurang gerak, kebiasaan merokok, hingga konsumsi jenis makanan kurang sehat.
Untuk menjaga jantungmu tetap sehat hingga berpuluh-puluh tahun lamanya, ada baiknya mewaspadai jenis makanan yang dikonsumsi. Mengutip dari Time,ada beberapa jenis makanan dan minuman yang jika sering dikonsumsi, bisa merusak kesehatan jantung, seperti :
1. Burger restoran cepat saji
Konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, seperti daging merah, telah banyak dikaitkan terhadap risiko penyakit jantung. Namun bukan berarti tak boleh makan sama sekali.
Menurut Dr. Regina Druz, profesor kardiologi di Universitas Hofstra, sekaligus kepala bagian kardiologi di St. John Episcopal Hospital, New York, daging sapi berkualitas tinggi jika dikonsumsi dalam jumlah moderat, justru memiliki manfaat sehat bagi jantung.
Secara umum Druz menjelaskan, lemak jenuh yang berasal dari pangan hewani, terutama jika dikombinasikan dengan karbohidrat, dapat merusak kesehatan jantung. Ia pun menyarankan untuk menghindari menu daging dari restoran cepat saji. Menurutnya, makanan cepat saji umumnya menggunakan bahan-bahan berkualitas rendah dan diolah dengan proses pemasakan yang kurang sehat.
2. Daging olahan
Jenis daging olahan seperti sosis, daging asap, kornet, memang praktis dan nikmat disantap. Namun sebaiknya jangan dijadikan menu harian karena tinggi kandungan lemak jenuh di dalamnya.
Baca Juga: Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung, Kenali Gejalanya
Adapun daging olahan rendah lemak, tetap saja berbahaya bagi kesehatan jantung karena menggunakan garam (natrium) dalam jumlah besar saat proses pengolahannya. Menurut American Heart Association, hanya 6 iris deli meat terkandung kadar natrium setengah dari asupan harian yang direkomendasikan.
Dr. Laxmi Mehta, direktur Woman's Cardiovascular Health Program di Ohio State University Wexner Medical Center menyarankan untuk mengurangi asupan natrium dalam diet sehari-hari karena natrium bisa menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipeertensi. Hipertensi sendiri merupakan salah satu faktor penyebab penyakit jantung.
Akan lebih baik apabila sesuaikan pola makan sehat sehingga hipertensi tidak sampai terjadi, daripada harus mengonsumsi obat penurun tekanan darah, bestie.
3. Makanan yang diolah dengan penggorengan deep frying
Menurut Dr. Druz, menumis sayuran dengan hanya menggunakan sedikit minyak tidak masalah. Yang perlu dihindari adalah makanan yang digoreng dengan menggunakan minyak yang banyak (deep frying), metode masak yang sering kita lihat di restoran atau tempat makan.
Beberapa hasil studi telah menunjukkan kaitan antara kebiasaan mengonsumsi gorengan seperti kentang goreng, ayam goreng, atau makanan ringan yang digoreng, meningkatkan risiko penyakit jantung.
Hal tersebut disebabkan oleh metode penggorengan menggunakan minyak yang banyak, menghasilkan lemak trans atau jenis lemak yang dapat meningkatkan kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) dan menurunkan kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL).
4. Minuman soda dan jus kemasan
Penyakit jantung selalu berkaitan dengan makanan berlemak, padahal makanan dan minuman manis tak kalah berbahaya. Para ahli mengatakan, gula tambahan sangat berbahaya karena bisa memicu obesitas, peradangan atau inflamasi, tingginya kadar kolesterol dan risiko diabetes. Semua itu menjadi faktor-faktor yang bisa menyebabkan penyakit jantung.
Oleh sebab itu, gak cuma makanan manis saja yang perlu diwaspadai konsumsinya, tapi juga minuman manis. Diketahui, banyak penduduk Amerika yang sumber gula tambahannya justru bukan berasal dari makanan, melainkan dari minuman yang mereka konsumsi sehari-hari.
Berdasarkan data dari Pemerintah AS tahun 2011-2014, lebih dari 60 persen anak-anak, 54 persen pria dewasa, dan 45 persen wanita dewasa, minum minuman soda atau minuman manis lainnya setidaknya sekali dalam sehari.
Kamu juga perlu mewaspadai jenis jus dalam kemasan atau yang dijual di pasaran. Jus buah memang menyehatkan, selama tidak ditambahkan dengan pemanis. Sayangnya yang dijual di pasaran telah banyak menggunakan pemanis tambahan.
Nah, supaya jantung kamu terus sehat sampai tua nanti, harus mulai diupayakan dari sekarang! Di antaranya dengan menghindari sering-sering mengonsumsi jenis makanan dan minuman tadi.
Sumber : Yoursay.id
Good Luck !
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Heboh Keluhan Warga Diwajibkan Bayar Infaq Lewat BAZNAS DKI, Pramono: Tak Boleh Ada Pemaksaan!
-
Derby Banten Milik Dewa United! Jan Olde: Bukan Soal Gaya, yang Penting Tiga Poin
-
Debut Super League di Persib Diwarnai Pesta Gol, Ini Kata-kata Layvin Kurzawa
-
4 Hybrid Sunscreen SPF 35, Penyelamat Kulit Berminyak Atasi Jerawat dan PIE
-
Pembacok Mahasiswi UIN Suska Harusnya Nonton 4 Film Ini, Motivasi Hadapi Penolakan Cinta
-
Cerita Toleransi di Liverpool: Hugo Ekitike Puasa, Jeremie Frimpong Jadi Penjaga
-
Angka Perkawinan Anak Turun ke 5,9 Persen, Pemerintah Soroti 380 Ribu Nikah Tak Tercatat
-
Dituntut 2 Tahun Penjara Terkait Demo Agustus, Syahdan Husein Soroti Kasus Aparat Bunuh Anak di Tual
-
YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan, Berbagi Berkah Sepanjang Ramadan 1447 H
-
Kisruh Beasiswa LPDP, Waktunya Evaluasi Sistem?