/
Selasa, 19 Juli 2022 | 00:15 WIB
video viral warga menyeberangi sungai untuk beraktivitas (Instagram/@banjarnegaraterkini)

Poptren.suara.com - Terekam sebuah video yang sedang viral di sosial media yang berlokasi di Banjarnegara, Jawa Tengah. Di video tersebut tampak seorang warga menyebrangi sungai untuk beraktivitas.

Video yang diupload oleh akun instagram @banjarnegaraterkini belum lama ini. Video yang menunjukkan seorang kurir hendak mengantarkan paket. Namun jalur yang dihadapi kurir tersebut bukanlah sebuah jalan melainkan aliran sungai.

Dalam video yang diunggahan tersebut terdapat tulisan berikut “Nyuwun sewu lur. Wingi aku kirim paket isih ono sing kaya nang vidio lur kondisine, Treyuh lur pan nyebrang mangkat mulih ra ana jembatane. Lok,dusun duren kec pagedongan,” (Permisi, kemarin saya kirim paket masih ada yang seperti di video kondisinya, terhary mau menyeberang berangkat pulang nggak ada jembatannya).

Tak hanya kurir saja yang ingin menyebrang sungai tersebut, dalam video tersebut juga tampak salah seorang warga menggendong anak kecil sedang menyebrangi sungai.

“Terharu, seorang kurir paket membagikan kisah pengalamannya mengirim paket ke sebuah tempat yang harus melewati aliran sungai untuk bisa sampai ketempat tujuan,” tulis keterangan video dalam akun @banjarnegaraterkini.

Tak menyangka hal tersebut menuai banyak tanggapan dari warganet khususnya masyarakat Banjarnegara. Sebab, di zaman sekarang masih ditemui keterbatasan akses hingga harus menyeberangi sungai.

Setelah ditelusuri, lokasi tersebut berada di Sungai Mondo yang merupakan perbatasan Desa Lebakwangi dan Desa Duren, Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara.

“Benar, di sini tempatnya yang viral di media sosial,” kata Saryono, salah seorang warga Desa Duren, Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara, Senin (18/7/2022).

Saryono juga membenarkan belum ada jembatan yang menghubungkan antara Desa Duren dengan Desa Lebakwangi hingga saat ini. Sehingga sebagian warga Desa Duren harus menyebrangi sungai tersebut untuk beraktivitas sehari hari.

Baca Juga: Dikabarkan Sebuah Pesawat Jatuh di Blora, Jawa Tengah

“Dari dulu belum ada jembatan. Kami memang warga Desa Duren, tapi banyak kegiatan kami yang ikut Desa Lebakwang, misalnya acara selamatan, ke pasar, sekolah dan lainnya,” ujarnya.

Kepala Desa Duren, Rasmanto mengatakan, ada 9 KK yang tinggal di dusun tersebut. Pihaknya juga mengaku pernah merencanakan pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Lebakwangi dan Desa Duren serta Desa Kebutuhjurang. Namun, untuk membangun jembatan membutuhkan biaya besar yaitu sekitar Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar.

“Kami sudah pernah merencanakan pembangunan jembatan yang menghubungkan 3 desa yaitu Desa Lebakwangi, Duren dan Kebutuhjurang. Tapi anggarannya sangat besar antara Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar. Padahal hanya ada 9 KK. Lha warga kami yang lain bagaimana,” ungkapnya.

Untuk akses 9 KK tersebut, pihaknya sudah membangun jalan di lokasi lain pada tahun 2021 lalu. Melalui Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0704 Banjarnegara.

“Karena membangun jembatan kami belum bisa, tahun 2021 sudah dibangun jalan sampai ke dusun itu melalui program TMMD,” terangnya.

Namun, hingga saat ini warga dusun tersebut masih banyak yang memilih menyebrangi sungai untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Sumber : Suara.com 

Load More