Saat ini, perahu tersebut tersimpan di Museum Keraton Surakarta dan "canthik" juga disimpan di Museum Radya Pustaka.
Rajamala dalam kisah pewayangan merupakan sosok setengah manusia dan raksasa yang kuat dan tak ada tandingan. Ia disebut sebagai Raden Rajamala, seorang ksatria Wirata pada zaman Prabu Matswapati.
Filosofi Rajamala
Pemilihan Rajamala sebagai sebuah maskot pada ajang olahraga multi-event bagi penyandang disabilitas dua tahun sekali itu tak sekedar sebuah benda yang asal main comot. Ia harus menjadi simbol dan pengingat perhelatan olahraga yang diadakan di suatu daerah yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal.
Sebelumnya pada pelaksanaan ASEAN Para Games 2011 yang juga diadakan di Solo, maskot yang digunakan adalah Modo dan Modi, yang berbentuk komodo, hewan purba endemik yang hanya ditemukan di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
Begitu juga untuk pelaksanaan kedua di Solo untuk ASEAN Para Games 2022 menampilkan unsur budaya yang kental.
Sekretaris Jenderal INASPOC Rima Ferdianto menjelaskan pemilihan sosok Rajamala sebagai maskot melalui proses dan kajian selama hampir tiga bulan sejak April hingga Juni 2022. Dalam proses desain hingga ditetapkan sebagai maskot, pihaknya melibatkan para budayawan Solo melalui forum untuk memutuskan bersama.
Adapun desain Rajamala untuk maskot tersebut juga dinilai sudah lebih "ramah" alias tidak begitu menyeramkan, meski karakternya masih tetap kuat.
Ada banyak desain atau gaya dari Rajamala yang menjadi maskot ajang olahraga difabel Asia Tenggara 2022 salah satunya Rajamala juga membawa obor semangat olahraga ASEAN Para Games 2022. Semangat dan energi Rajamala diharapkan menjadi momentum kekuatan dan kebangkitan bangsa di ASEAN melawan pandemi COVID-19 maupun tantangan masa depan.
Baca Juga: Opening Ceremony ASEAN Para Games 2022: Kontingen Indonesia akan Kenakan Batik Spesial
Selain melambangkan budaya daerah, karakter Rajamala diharapkan memberikan kekuatan untuk mengusir aura negatif selama pelaksanaan ASEAN Para Games 2022 di Solo. Sehingga target Indonesia mempertahankan gelar juara umum seperti pada ajang ke tujuh di Myanmar dan ke-10 di Malaysia bisa terwujud.
Rajamala sebagai benda pusaka juga melambangkan kebesaran Keraton Surakarta. Tak hanya maskot, logo ASEAN Para Games 2022 juga mengadopsi unsur budaya Solo di antaranya gunungan wayang dan keris.
Berdasarkan data Pemkot Solo, gunungan wayang Merupakan simbol pergantian babak baru atau cerita baru setelah menghadapi masa pandemi, untuk bangkit menggapai tujuan bersama.
Sedangkan keris ladrang adalah simbol perjuangan serta kehormatan yang diharapkan dapat mewakili semangat para atlet ASEAN Para Games 2022.
[Antara]
Sumber : Suara.com
Berita Terkait
-
1.375 Personel Gabungan Amankan Opening Ceremony ASEAN Para Games 2022
-
APSF Puji Kesiapan Solo Sebagai Tuan Rumah ASEAN Para Games 2022
-
ASEAN Para Games 2022: Pelajar di Solo Akan Dikerahkan untuk Saksikan Pertandingan di Seluruh Venue
-
Asean Para Games 2022 Bisa Jadi Momen Pembuktian Penyandang Disabilitas Juga Bisa Jadi Atlet
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total
-
Terpopuler: Pesona Mitsubishi Kuda Dibanding Kijang dan Panther, Motor Trail Lokal Pride
-
Kenapa La Copa de la Vida dan Waka Waka Masih Jadi Jawaranya Lagu Piala Dunia?
-
Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa
-
Shin Tae-yong Pasang Target Juara untuk Persija, Minta Pemain Berkorban Habis-habisan
-
Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut
-
Mahasiswa Bandung Demo Kritik MBG dan Ekonomi, Dedi Mulyadi: Enggak Ada Problem, Sudah Biasa
-
Permintaan Khusus John Herdman! PSSI Ngebut Naturalisasi 2 Pemain Ini Demi Juara Piala AFF 2026
-
Menpar Widi Minta Anggaran Rp709 Miliar, Keponakan Prabowo: Sudah Lapor Presiden? Belum?
-
Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM