Mahasiswa selalu menghadapi tuntutan besar, dari pekerjaan, kehidupan sosial, hingga olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler, dan masih banyak lagi tuntutan dalam hal kemampuan siswa untuk fokus dan menjadi produktif.
Menurut Psychological Association, 80-95% mahasiswa sering menunda pekerjaannya. Faktor lain yang berkontribusi terhadap penurunan produktivitas di kalangan mahasiswa adalah kelelahan dan krisis keuangan, seperti kehilangan pekerjaan, sumber daya terbatas, dan mencoba menyeimbangkan tugas sekolah dengan menghasilkan cukup uang untuk menutupi pengeluaran.
Wabah virus corona telah memperburuk keadaan, dengan peralihan mendadak ke pembelajaran jarak jauh menimbulkan tantangan bagi banyak mahasiswa. Dalam survei baru-baru ini, sekitar tiga perempat mahasiswa mengatakan pembelajaran online lebih sulit daripada pembelajaran langsung, dengan alasan ketidakmampuan untuk tetap termotivasi.
Terlepas dari rintangan ini, mahasiswa dapat menggunakan serangkaian tips produktivitas untuk membuat mereka tetap fokus, positif, dan termotivasi di sekolah berikut ini.
1. Gunakan teknik pomodoro
Teknik populer ini dapat bekerja untuk siapa saja yang ingin memaksimalkan produktivitas mereka dengan mengubah tugas menjadi semacam permainan dengan waktu singkat yang terfokus. Strategi ini dinamai pengatur waktu dapur berbentuk seperti tomat (pomodoro dalam bahasa Italia) yang digunakan oleh pengembangnya, Francesco Cirillo, untuk membantunya menyelesaikan pekerjaannya.
Alat manajemen waktu mencakup langkah-langkah ini, yaitu :
- Atur timer selama 25 menit dan fokus pada satu tugas.
- Ketika "pomodoro" (sesi kerja 25 menit) berakhir, beri tanda centang di sebelah tugas pada selembar kertas.
- Beristirahatlah selama lima menit, lalu lanjutkan tugas itu atau mulai yang baru.
- Setelah empat pomodoro, istirahatlah lebih lama selama 15 hingga 30 menit.
- Jika ada tugas yang memerlukan lebih dari empat bagian waktu 25 menit, tugas tersebut harus dibagi menjadi langkah-langkah yang lebih kecil dan dapat ditindaklanjuti.
Dengan metode ini, penting juga untuk melacak gangguan dan menemukan cara untuk menghindarinya di masa mendatang.
Baca Juga: 4 Alasan Kamu Harus Berhenti Multitasking, Malah Tidak Produktif!
2. Buat daftar tugas yang dapat dikelola
Banyak orang merasa kewalahan atau kehilangan motivasi untuk menyelesaikan tugas ketika daftar tugas mereka terlalu panjang. Inilah sebabnya mengapa yang terbaik adalah membatasi dirimu pada 3-5 tugas yang dapat kamu selesaikan setiap hari.
Penting juga bagi kamu untuk memahami perbedaan antara tugas dan tujuan. Tugas adalah sesuatu yang dapat diselesaikan dalam sehari, seperti meninjau catatan kuliah untuk kelas bahasa Inggris atau berbelanja bahan makanan. Sebuah tujuan lebih besar dan biasanya lebih memakan waktu, seperti belajar bahasa atau membeli mobil baru.
3. Ubah lingkungan belajarmu
Dengan kelas terjadwal membuatmu mungkin terikat dengan rutinitas yang ditetapkan. Meskipun ini bisa terasa nyaman, terkadang otak dan tubuh kita membutuhkan perubahan pemandangan.
Beberapa orang menikmati belajar di ruang yang tenang tanpa banyak kebisingan dan gangguan, sementara yang lain berkembang dengan suara dan interaksi yang konstan. Sangat penting bagimu untuk menemukan lingkungan belajar yang membantumu tetap pada tugas.
Saat di sekolah atau di rumah, kamu dapat mencoba mengubah lingkunganmu, seperti mencoba ruang tamu atau teras. Suatu tempat di kampus, seperti ruangan yang tenang di luar ruangan atau perpustakaan, juga bisa berfungsi.
Jika kamu berada di area metropolitan, kamu mungkin memiliki akses dengan Wi-Fi. Itu sangatlah membantu. Dan ingat, apa pun lingkunganmu, pencahayaan yang tepat sangat penting untuk mempertahankan produktivitas.
4. Kerjakan tugas tersulit pada waktu terproduktif
Untuk memanfaatkan produktivitas yang optimal, kamu perlu menentukan kapan kamu paling produktif, baik pada pagi hari, siang, sore, atau larut malam.
Untuk menentukan waktu kinerja puncakmu, tanyakan pada dirimu, kapan kamu memiliki jumlah energi dan konsentrasi terbesar? Performa puncakmu juga merupakan saat ketika kamu memiliki gangguan paling sedikit.
Sangat penting bahwa kamu harus menyelesaikan tugas kamu yang paling menuntut selama titik energi tertinggimu. Misalnya, jika kamu tahu kamu bukan yang terbaik dalam matematika dan akan menghadapi ujian besar, kamu harus belajar selama waktu kinerja puncakmu untuk membantu kamu tetap termotivasi.
5. Berhenti menjelajahi situs web saat belajar
Bagi banyak siswa, gangguan waktu terbesar dan pembunuh produktivitas adalah penjelajahan situs web di HP mereka. Kita semua pernah mengalaminya. Di tengah waktu belajar, kita melihat artikel berita atau tweet yang mengarah ke hal lain. Tak terasa satu jam telah terbuang sia-sia.
Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata orang menghabiskan lebih dari dua jam di media sosial setiap hari. Salah satu tipnya adalah mencoba menggunakan media sosial sebagai hadiah untuk menyelesaikan tugas.
Strategi lain yang dapat kamu gunakan untuk membantumu menghindari membuang-buang waktu online adalah dengan memasang pemblokir situs web seperti StayFokus dan yang lainnya.
Tetap pada tugas dan termotivasi untuk meningkatkan produktivitasmu tidak mudah dilakukan di dunia yang penuh dengan tuntutan dan gangguan, terutama saat kamu kuliah. Tekanan kehidupan sehari-hari dan meningkatnya kekhawatiran selama pandemi COVID-19 telah membuat produktivitas semakin menantang.
Namun dengan tips di atas dan sedikit usaha, kamu dapat menyesuaikan kebutuhan, kepribadian, dan kebiasaanmu untuk mulai menjalani kehidupan yang lebih produktif.
Selamat mencoba. Semoga bermanfaat,
Sumber : Yoursay.id
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
167 Bangunan Hangus, Ini 4 Tahap Skenario Pemerintah Pulihkan Desa Adat Sade
-
Prabowo Ancam Cabut Izin Korporasi yang Terlibat Pembakaran Hutan untuk Buka Lahan
-
Giant Sea Wall Pantura Jawa: Solusi Banjir Rob atau Masalah Baru?
-
Rekening Donasi Demo Diblokir, Dosen UGM: Tindakan Abusif Penguasa dan Melawan Hukum
-
Pramono Anung Buka Suara Soal Tarif Parkir Rp60 Ribu/Jam di Jakarta
-
Gelombang Laut Selatan DIY Bisa Capai 4 Meter, Nelayan dan Wisatawan Diminta Waspada
-
3 Rice Cooker Murah nan Imut yang Wajib Dimiliki Anak Kos, Daya Cuma 200 Watt!
-
Dari Lasagna Kimpul hingga Cheesecake Ubi: Modernisasi Pangan Lokal Agar Tak Sekadar Alternatif
-
9 Rekomendasi Smart Rice Cooker Terbaik untuk Masakan Nasi Lebih Pulen
-
Cegah Rusak! Ini 5 Masker Rambut Smoothing agar Tetap Lembut dan Berkilau