- Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo telah mengimplementasikan digitalisasi untuk 90 persen layanan administrasi masyarakat setempat.
- Petugas memberikan layanan pendampingan di kantor bagi masyarakat yang mengalami kesulitan menggunakan aplikasi pendaftaran paspor secara mandiri.
- Mayoritas pemohon di kantor wilayah Sulawesi Selatan tersebut mengajukan pembuatan paspor untuk keperluan ibadah umrah masyarakat.
Suara.com - Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo telah menerapkan digitalisasi dalam pelayanan kepada masyarakat. Bahkan, 90 persen layanan kini dilakukan secara digital.
Berdasarkan pantauan Suara.com, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo memiliki gedung yang cukup nyaman. Cermin berbentuk belah ketupat tersusun di dinding kantor tersebut layaknya hotel berbintang.
Kantor itu juga dilengkapi ruang tunggu bagi para pemohon. Terlihat sejumlah petugas sedang membantu masyarakat dalam proses pembuatan paspor.
Kepala Imigrasi Palopo, Yogie Kashogi, mengaku sebagian besar masyarakat terbantu dengan penerapan digitalisasi karena sudah melek teknologi.
Jika ada masyarakat yang belum memahami sistem digital, pihaknya juga telah menyediakan customer service (CS) untuk membantu.
"Adapun kalau ada masyarakat yang belum tahu ketika datang ke sini, itulah gunanya tadi petugas CS,” kata Yogie saat ditemui di kantornya di Palopo, Sulawesi Selatan, Selasa (19/3/2026).
“Petugas pemohon, masyarakat datang ke petugas CS, kami bantu untuk pendaftaran di aplikasi M-Paspor tersebut," imbuhnya.
Yogie mengaku dalam sehari pihaknya bisa melayani 40 hingga 60 pemohon. Mayoritas pemohon mengajukan pembuatan paspor untuk keperluan umrah.
“Mayoritas mengurus paspor untuk keperluan umrah,” jelasnya.
Baca Juga: WNA Filipina di Palopo Ditahan Imigrasi karena Miliki e-KTP Indonesia
Sementara itu, Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Yulius Lilingan, mengatakan masih terdapat kendala dari masyarakat terkait digitalisasi sistem, terutama bagi lansia yang hendak membuat paspor.
"Memang kalau lansia ini kan kita berpikir susah untuk mendaftar M-Paspor ya," kata Yulius.
Hal itu, lanjut Yulius, dapat disiasati karena satu akun di aplikasi M-Paspor dapat digunakan untuk beberapa anggota keluarga. Dengan begitu, anggota keluarga dapat membantu proses pendaftaran lansia.
"Tapi di aplikasi M-Paspor itu kan bisa satu akun itu untuk dua, tiga orang, jadi satu keluarga," kata Yulius.
Selain lansia, kata Yulius, pihaknya juga menemukan masih adanya masyarakat yang kesulitan memahami proses pembuatan paspor secara digital. Karena itu, pihaknya menyediakan customer service untuk membantu masyarakat.
"Jadi di loket kami ada dua di bawah itu, satu loket untuk pemohon yang sudah benar-benar mendaftar M-Paspor, yang satunya itu yang belum mengerti M-Paspor. Di situ ada petugas yang stand by untuk mengarahkan," tandas Yulius.
Berita Terkait
-
WNA Filipina di Palopo Ditahan Imigrasi karena Miliki e-KTP Indonesia
-
Imigrasi Dalami Dugaan Tindak Pidana Keimigrasian 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online Internasional
-
Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi
-
Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Penipuan Investasi Daring di Batam
-
Kasus Paspoorgate Dean James: Pengadilan Belanda Tolak Tuntutan NAC Breda
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN