Poptren.suara.com – Pemerintah Indonesia sudah menyediakan vaksin booster atau penguat Covid-19 kedua dalam waktu dekat ini.
Tidak ada kata terlambat untuk mendapakan vaksin booster guna mencegah terinfeksi Covid -19.
Namun kapan jadwal waktu yang tepat kamu bisa melaksanakannya?
Apa saja si syarat untuk mendapatkan vaksin booster dosis dua?
Lalu kapan boleh kita vaksin booster yang kedua?
Silakan simak penjelasannya di cuplikan dari suara.com dibawah ini.
Kapan boleh vaksin booster kedua ditentukan oleh beberapa hal, sebagai berikut:
1. Agar bisa melaksanakan vaksin booster kedua, Anda sudah harus terlebih dahulu melakukan vaksin booster pertama.
2. Anda juga sudah harus memenuhi syarat jeda waktu sekitar 6 bulan setelah mendapat suntikan vaksin booster dosis pertama.
Baca Juga: Kode Redeem Mobile Legends 1 Agustus 2022
3. Anda mendapatkan tiket untuk melaksanakan vaksin booster kedua yang bisa dicek melalui aplikasi PeduliLindungi.
4. Jika Anda seorang penyintas Covid-19 dengan gejala berat, maka Anda boleh melakukan vaksin booster kedua kalau sudah melalui jeda waktu 3 bulan setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Berdasarkan surat edaran nomor HK.02.02/C/3615/2022, vaksin untuk booster kedua adalah jenis vaksin Covid-19 yang memperoleh Persetujuan Penggunaan dalam Kondisi Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dengan memperhatikan ketersediaan vaksin yang ada.
Lantas apa saja jenis vaksin booster kedua yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi booster di Indonesia? Cek daftarnya berikut ini.
1. CoronaVac (Sinovac)
Medicalnewstoday melaporkan CoronaVac adalah vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh Sinovac Biotech, sebuah perusahaan farmasi yang berbasis di China dengan kantor pusat di Beijing.
Perusahaan ini berfokus secara khusus pada pengembangan dan pembuatan vaksin untuk menargetkan penyakit menular pada manusia.
Vaksin dua dosis ini direkomendasikan untuk individu berusia 18 tahun ke atas. Berdasarkan daa uji coba di Brasil, disebutkan bahwa vaksin Sinovac memiliki tingkat kemanjuran 50,4% untuk mencegah infeksi simtomatik. Sementara itu sebuah studi di Chili menyebut efektivitas vaksin Sinovac mencapai 67%.
2. Corminatory (Pfizer)
CDC.Gov menulis rekomendasi booster vaksin COVID-19 Pfizer untuk orang-orang yang memenuhi syarat sebagai berikut:
- Setidaknya sudah ada jeda waktu selama 5 bulan setelah dosis pertama disuntikkan.
- Orang yang mengalami immunocompromised sedang atau berat, setidaknya 3 bulan setelah mendapatkan suntikan dosis pertama.
3. AstraZeneca (Vaxzevria dan Kconecavac)
Suntikan booster vaksin Covid-19 AstraZeneca menghasilkan respons kekebalan yang lebih kuat terhadap berbagai varian virus corona, termasuk varian omicron, tulis sebuah laporan di forbes.com.
4. Moderna
CDC merekomendasikan tentang kapan orang dapat menerima suntikan booster. Tertulis dalam cdc.gov, Anda bisa memperoleh suntikan booster dosis kedua setelah interval 5 bulan.
5. Zifivax
Zifivax adalah vaksin yang dikembangkan dan diproduksi oleh perusahaan biofarmasi yang berbasis di China, Anhui Zhifei.
Berdasarkan laman pom.go.id, Zifivax adalah vaksin yang dikembangkan dengan teknologi platform subunit protein lonjakan glikoprotein rekombinan yang dapat memicu sistem kekebalan tubuh manusia ketika disuntikkan, tidak seperti vaksin Sinovac yang merupakan vaksin yang tidak aktif.
6. Sinopharm
Berdasarkan laporan yang tertulis di who.int, untuk sementara WHO merekomendasikan penggunaan vaksin COVID-19 Sinopharm pada wanita hamil untuk membantu wanita hamil terhindar dari risiko COVID-19 selama masa kehamilan.
Semoga informasi ini dapat mencerahkan Anda. Stay safe and healty!
Sumber : Tantrum.suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus