Lifestyle / Komunitas
Rabu, 29 April 2026 | 10:47 WIB
ilustrasi stasiun (Unsplash/Claudio Schwarz)

Suara.com - Kejadian nahas harus dialami penumpang KRL di Stasiun Bekasi Timur, saat KA Argo Bromo menabrak bagian belakang kereta tersebut. Korban yang muncul terus didata, dan jelas hal ini harus jadi evaluasi semua pihak. Sekilas, tentang sejarah Stasiun Bekas Timur lokasi tabrakan kereta KRL vs KA Argo Bromo bisa Anda cermati di sini.

Stasiun ini menjadi sorotan setelah menjadi lokasi insiden kecelakaan KA Argo Bromo yang menabrak commuter line jurusan Jakarta menuju Cikarang di Jalur 1. Sejatinya, stasiun ini sudah resmi digunakan sebagai salah satu fasilitas transum sejak Oktober 2017 lalu.

Kala itu Stasiun Bekasi Timur diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karta Sumadi, sebagai perpanjangan dari jalur lintasan dengan tujuan akhir pada Stasiun Cikarang untuk keberangkatan dari Cikarang.

Sejarah Singkat Stasiun Bekasi Timur

Seperti yang disampaikan di atas, stasiun ini diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karta Sumadi pada 7 Oktober 2017 lalu. Stasiun Bekasi Timur jadi bagian perjalanan commuter line ke Jakarta, dengan rute utama Kampung Bandan dan Angke, dan tujuan jalur commuter line berbeda, yakni rute Cikarang ke Tanjung Bandan via Pasar Senen, dan Cikarang ke Angke via Manggarai.

Stasiun Bekasi Timur masuk dalam golongan stasiun kereta api Kelas III, dengan ukurannya yang kecil dan menggunakan kode BKST. Secara praktis, stasiun ini cuma punya dua jalur perlintasan kereta api.

Terdapat pula loket pembelian tiket commuter line, gerbang tiket, serta councorse yang merupakan area serbaguna berupa lantai atau aula luas di stasiun.

Tempat in dilintasi oleh commuter line dan kereta jarak jauh. Daftar kereta jarak jauh yang melintasinya antara lain:

  • Argo Bromo
  • Taksaka
  • Purwojaya 54
  • Gunung Jati
  • Sembrani
  • Argo Parahyangan
  • Papandayan
  • Senja Utama
  • Fajar Utama

Dan masih banyak kereta lain yang turut melintasi stasiun ini.

Baca Juga: Kapan KRL Bekasi-Cikarang Kembali Normal? KAI Beri Bocoran Jadwal Operasional

Ketika awal dibangun, tujuannya adalah untuk meminimalisir keberadaan jumlah penumpang yang membludak di Stasiun Bekasi. Lonjakan penumpang biasanya terjadi di pagi dan malam hari, saat jam berangkat dan pulang kerja.

Stasiun ini juga menghubungkan moda tranportasi lain seperti Transjakarta, yang punya tujuan ke Terminal Bekasi menuju Stasiun LRT Cawang, Transjabodetabek Reguler, dan Trans Beken.

Insiden Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo

Insiden tabrakan ini terjadi pada Senin malam, 27 April 2026 lalu. Hingga saat ini, terdapat belasan korban meninggal dunia dan puluhan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Evakuasi diarahkan ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi dan perawatan lebih lanjut.

Selain RS Polri Kramat Jati, terdapat beberapa rumah sakit yang menjadi rujukan korban, diantaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS MItra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi TImur, RS Hermina, dan RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Korban yang meninggal dunia dan luka-luka semuanya berjenis kelamin perempuan, mengingat tabrakan terjadi pada gerbon khusus perempuan yang terkena lokomotif dari Argo Bromo.

Load More