Poptren.suara.com – Roy salah satu ikon Citayam Fashion Week ungkapkan kenapa dirinya terpaksa putus sekolah. Demi biayai sang adik dan ibunya yang sakit ia terpaksa merelakan bangku sekolahnya.
Kepopuleran Roy sekarang membuat ayahnya Jamaludin kaget serta Bahagia. Seiring terkenalnya Citayam Fashion Week, nama Roy akan terus dikenal dan memberinya ketenaran sehingga kerap ada panggilan untuk bekerja hingga menghasilkan uang hasil jerih payahnya sendiri.
Sang ayah juga berharap Roy selalu dalam keadaan sehat dan dapat membantu keluarga terutama adiknya.
Hal itu terungkap dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube Ketawa Berkah, Selasa (2/8/2022),
Ayah Roy mengatakan uang kiriman Roy digunakan untuk membiayai sekolah adik lelakinya yang duduk di bangku kelas 1 SD.
"Kalau ngirimnya gimana si Roy aja, maksudnya buat kebutuhan adiknya yang penting sekolah. Paling seminggu bisa Rp500.000," ucap ayahnya.
Dalam sesi tersebut, terungkap pula bahwa sang ibu telah meninggal dunia akibat tumor yang dideritanya ketika Roy masih berusia sekitar 14 atau 15 tahun.
Pada saat itu, Ruben Onsu sebagai salah satu host menanyakan kebenaran, jika Roy rela putus sekolah agar uang kedua orang tuanya digunakan untuk menyekolahkan adiknya.
"Roy rela putus sekolah karena lebih baik uang bapak dan ibunya itu hanya untuk adiknya?" tanya Ruben.
Baca Juga: Salut! Syekh Zaki Suami Tasyi Athasyia Tolak Poligami Meski Sudah Ditawari Banyak Wanita
Hal itu dibenarkan oleh ayahnya yang menambahkan bahwa keluarga mereka sampai menjual rumah untuk biaya berobat ibu Roy.
"Iya, buat berobat sampai rumah dijual. Makanya Roy ngebelain, udah biarin pak, Roy sekolah sampai sini aja. Setelah itu kami langsung pindah ke Depok," tutur ayah Roy.
Sementara itu dari sisi Roy, remaja tersebut mengaku ia hanya ingin bersama keluarganya dalam keadaan sehat. Baginya, hal itu sudah lebih dari cukup.
"Intinya, selagi masih bersama orang tua kita bahagia meski nggak sekolah," kata Roy.
Unggahan yang dilihat sebanyak lebih dari 26.200 penayangan dan disukai sebanyak lebih dari 600 kali oleh sesama pengguna YouTube itu pun menuai beragam komentar.
Tak sedikit warganet yang simpati dengan kisah yang diceritakan Roy dalam acara tersebut.
"Mereka anak-anak pinter, ternyata banyak cuan juga di SCBD. Mudah-mudahan mau sekolah lagi," tulis Tri Murti.
"Sekolah Roy, biar pinter," komentar Andri Andri
"Roy makin sukses," tambah Mar Sinah.(*)
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Ferry Irwandi: Gubernur Rudy Masud Harusnya Beli Mobil Dinas Rp8,5 M Pakai Uang Sendiri
-
10 Menu Buka Puasa Ibu Hamil, Baik untuk Kesehatan dan Perkembangan Janin
-
Satu Warga Abu Dhabi Tewas, Uni Emirat Arab Ancam Balas Serangan Iran
-
AI, Cloud, dan Data Center Terintegrasi Jadi Motor Ekosistem Digital Nasional 2026
-
Anti-Mainstream! Fuji dan Erika Carlina Bocorkan Tempat Ngabuburit Kece di Tepi Laut Jakarta
-
Doa Apa yang Perlu Dibaca saat Zakat Fitrah?
-
Maarten Paes Gantungkan Harapan ke John Herdman: Timnas Indonesia Harus Naik Level Dunia
-
Jadwal Buka Puasa Pekanbaru dan Sekitarnya, Hari Ini Sabtu 28 Februari 2026
-
4 Niat Zakat Fitrah, untuk Diri Sendiri hingga untuk Keluarga
-
Apa Hukum Meminta THR dalam Islam? Jangan Memaksa, juga Jangan Menolak