Poptren.suara.com – Rekaman video yang sudah beredar di berbagai media sosial ini memperlihatkan seorang pria menyuapi rokok elektronik jenis vape kepada bayi.
Melansir dari Mstar, dalam rekaman video tersebut seorang pria secara santai memasukkan bagian lubang penghisap vape ke dalam mulut si bayi.
Pria itu ketika memasukkan vape dalam keadaan memangku si bayi. Sementara, si bayi yang disuapi dengan vape tampak anteng.
Ada wanita yang sedang bersama pria tersebut merekam aksinya. Bukannya menghentikan, wanita ini justru tertawa kecil.
"Pecah rekod ah, abi, pecah rekod nanti kamu sedut". Ujar wanita tersebut
Video yang awalnya dibagikan di Instastory Instagram tersebut kemudian disebarkan seseorang ke Twitter. Berdasarkan hasil penelusuran dari warganet, akun Instagram milik orang yang menyuapi bayi dengan vape dinonaktifkan usai video ini viral dan menuai kecaman.
Wanita Perekam Video Tertawa
Salah satu foto tangkapan layar yang dibagikan di Twitter, wanita dalam video dianggap bukan ibu kandung bayi tersebut. Sebaliknya, ibu kandung bayi itu saudara dari wanita dalam video.
Pria dalam video diduga adalah temannya. Video viral tersebut mendapatkan perhatian khusus dari MedTweetMy yaitu Dr Khairul Hafidz Alkhair Amin.
Baca Juga: Bikin Geger di Bioskop, Ternyata Wanita Ini Ketiduran
"Tidak boleh dibiarkan, Saya akan membawa kasus ini kepada pihak berwajib," tulis Dr Khairul Hafidz Alkhair Amin dalam akun Twitternya.
Warganet mendukung langkah yang akan diambil oleh Dr Khairul Hafidz Alkhair Amin. Warganet berharap pelaku akan dikenakan hukuman setimpal atas tindakan tidak baik yang dilakukan mereka.
"Kalau mau bercanda tawa pun gunakan otak. Jangan menunjukkan hal sangat bodoh itu," komentar pedas seorang warganet.
"Boleh enggak seseorang menyelamatkan bayi ini daripada dua orang dewasa yang bodoh?" sahut yang lain.
"Apa yang ada dipikirannya tidak bisa membedakan mana bahaya mana tidak bahaya," ujar lainnya.
Mengutip dari Beritahits, Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) - Puri Indah, dr. Astri Indah Prameswari, Sp.P. menjelaskan rokok elektronik mengandung nikotin yang berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan paru, meningkatkan risiko terkena kanker paru.
Berita Terkait
-
Mempelai Pria Ini Ucapkan Ijab Qabul, Endingnya Bikin Tamu Undangan Ngakak
-
Geger, Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan di Sungai
-
Geger! Dikira Boneka, Warga Temukan Mayat Bayi di Sungai Cidadap Tasik
-
Citayam Fashion Week Lewat! Emak-emak Jemaah Umroh Bugis Ini Berpakaian Nyentrik Bak Model Sepulang dari Tanah Suci
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
5 Fakta Sumur Minyak Ilegal di Hindoli: 3 Tersangka Ditangkap, Dugaan Penyalahgunaan HGU Disorot
-
Baru 6 Hari Menjabat, Ketua Ombudsman Hery Susanto Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Belajar Ikhlas di Taman Rusa USU: Ruang Pulang Saat Saya Berada di Titik Terendah
-
Seni Wastra di Atas Meja: Resto Takeover yang Hadirkan Menu Favorit Kartini
-
Foto Seksi Jefri Nichol Jadi Sasaran Komentar Mesum Warganet Perempuan, Langsung Picu Kontroversi
-
Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan
-
Jangan Salah Beli! 4 HP yang Masih Worth It di Tengah Harga yang Naik
-
Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina
-
DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim
-
Kaltim Diminta Waspada Potensi Kemarau Juni-Agustus 2026