Poptren.suara.com – Saat kuliah dan merantau, seseorang selalu jauh dari orang tua. Salah satu pengalaman menarik anak rantau adalah menunggu transferan bulanan yang tak kunjung datang. Dijamin, perasaan ini pasti cuma dirasakan mahasiswa rantau.
Dalam unggahan video di akun @belantara_06, awalnya ia menunjukkan kardus berukuran sedang yang dikirimkan oleh orang tuanya. Di dalam kardus itu berisi beras, jeruk, cabai, dan makanan lainnya.
Pria ini kemudian langsung mengambil karung beras yang terikat dengan tali rafia. Dengan cepat ia membuka ikatan tali tersebut dengan pisau dan mencari sesuatu di dalam beras.
Ternyata, di bagian dalam beras terkubur plastik kresek berwarna putih. Di dalam plastik kresek tersebutlah beberapa lembar uang pecahan Rp50 ribu diletakkan.
"Cara orang tuaku kirim uang," tulis pria ini dalam keterangan unggahannya.
Cara yang dilakukan orang tuanya ini bisa dibilang cukup unik. Pasalnya, orang tua pria ini mengirimkan uang sekaligus bahan makanan sang anak di tanah rantau.
Tentu orang tua pria ini sudah mempertimbangkan banyak hal hingga memilih cara ini. Dengan menerima kiriman paket tersebut, pria itu pun merasa sangat senang.
Video ini lantas menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.
"Beruntung banget ya kalian sampai saat ini masih bisa merasakan kiriman dari orang tua, pasti bahagia banget," komentar seorang warganet.
Baca Juga: Feby Putri Tanpa Pamrih | Lirik Lagu
Warganet lain ikut berkomentar. "Semangat kuliahnya kak, jangan sampai kecewakan orang tua di kampung. Jika kita lelah kuliah ingat muka orang tua kita dia sudah banting tulang untuk kita," ujar warganet ini.
"Pengen nangis di pojokan, nggak pernah ngerasain seperti ini, kalau di tanya aku punya uang pasti bilang punya padahal buat ongkos ojol ke kampus aja sekarat," tulis warganet lainnya di kolom komentar.
Sementara itu, hingga Rabu (10/8/2022), video ortu kirim uang pakai beras ini telah viral dan sudah ditonton sebanyak lebih dari 600 ribu kali di TikTok.
Sumber : suara.com
Berita Terkait
-
Pulang ke Rumah Usai Kena PHK, Perlakuan Hangat Orang Tua ke Wanita ini Buat Hati Campur Aduk: Mengandung Bawang
-
Anak Selalu Ngamuk Tiap Malam, Orang Tua Biarkan Sosok ini Menemani hingga Buat Tidur Nyenyak
-
Doa Ketika Orang Tua Sakit dan Adab Membacanya
-
K-Pop sebagai Alasan Anak Muda Menghadapi Masalah Kesehatan Mental
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
5 Krim Penghilang Flek Hitam Murah yang Sudah BPOM, Mulai Rp12 Ribuan
-
Manifesto Lingkungan Hidup Emang Keren tapi Kalah Sakti dari Ketegasan Emak
-
Kasus Dokter Gigi Palembang: Dari Perselisihan di Jalan hingga Serangan Palu
-
Hemat dan Ramah Lingkungan, Biasakan 'Repair First' sebelum Membeli Baru
-
Jangan Langsung Dibuang! 5 Sampah Dapur Ini Bisa Menyuburkan Tanaman
-
Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari
-
Viral Bocah Rela Tak Jajan Usai Tahu Ibunya Tak Punya Uang, Bikin Warganet Haru
-
Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam, Mengerikan Formasi Serang 3-4-3
-
Dari Rp9 Juta per Kapal hingga Dugaan Rp160 Miliar, Begini Perhitungan Kasus Sungai Lumpur