Poptren.suara.com - Penggunaan kulit buah sebagai pupuk organik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesuburan tanaman dan mengurangi sampah dapur.
Potasium yang terkandung dalam kulit buah merupakan sumber nutrisi yang diperlukan tumbuhan. Potasium berperan penting bagi proses fotosintesis, penyerapan air dan nutrisi, memperkuat sistem imun, serta berpengaruh terhadap produksi buah dan bunga pada tanaman.
Beberapa cara memanfaatkan kulit buah sebagai pupuk organik yang kaya manfaat, diantaranya :
1. Disebarkan di Atas Tanah
Cara paling mudah untuk memanfaatkan kulit buah sebagai pupuk alami adalah dengan meletakkan dan menyebarkannya di atas tanah. Bahan organik akan lebih cepat terurai jika terkena udara. Kehadiran mikroorganisme di tanah akan membantu proses penguraian kulit buah yang mengandung potasium hingga zat tersebut dapat terdorong masuk ke tanah.
Cara lain untuk mempercepat proses penguraian, kamu dapat memotong kulit buah menjadi bentuk yang lebih kecil. Kamu juga dapat menggunakan blender untuk memperhalus tekstur dari kulit buah dengan menambahkan sedikit air. Lalu, pupuk basah siap dituangkan ke atas tanah.
Namun, cara ini memungkinkan siput tertarik untuk mengunjungi pot tanamanmu. Siput sangat menyukai pupuk tersebut, mereka juga sangat menyukai daun muda dan batang tanaman. Jika menggunakan cara ini, pastikan tidak ada siput di sekitar tanamanmu ya.
2. Dipendam di Tanah
Kamu dapat memulai metode ini dengan cara menggali lubang yang sedikit dalam dan mengisinya dengan sampah kulit buah, lalu ditutupi kembali dengan tanah. Kulit buah membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk dapat terurai.
Baca Juga: Dituntut Minta Maaf Oleh Terduga Pencuri Cokelat, Hotman Paris Bela Pegawai Minimarket
Kekurangan dari cara ini adalah jika kamu tidak berhati-hati saat menggali maka dapat menyebabkan akar tanaman rusak. Jika lubang yang kamu buat tidak terlalu dalam, bau busuk kulit buah akan tercium dan mengundang hama atau hewan pengerat untuk datang.
3. Menggunakan Rendaman Air dan Kulit Buah
Salah satu pakar ahli tanaman mengatakan bahwa metode ini memiliki banyak manfaat. Inti dari metode ini adalah membiarkan air menyerap kadar nitrogen, fosfor, potasium, dan semua nutrisi yang ada pada kulit buah saat direndam.
Kamu hanya perlu mengumpulkan seluruh kulit buah ke dalam wadah tertutup. Jangan lupa untuk mencuci kulit buah dan memotongnya menjadi bagian yang lebih kecil. Tuangkan air ke dalam wadah hingga kulit buah terendam dan biarkan selama 24 jam. Kemudian, saring cairan tersebut untuk memisahkan kulitnya. Selanjutnya cairan pupuk dari kulit buah siap digunakan untuk menyiram kebun atau pot tanamanmu.
Jenis pupuk cair ini dapat kamu gunakan untuk berbagai jenis sayuran, buah, hingga bunga. Selain disiram, cairan ini juga bisa disemprotkan langsung ke daun tanaman.
Kulit buah yang disaring dapat kembali dimanfaatkan dengan meletakkannya di tempat kompos atau hanya sekadar dipotong dan disebarkan di atas tanah saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
-
Nissan Siapkan Pesaing Honda HR-V dan Hyundai Creta: Mesin 1300cc Pakai Turbo
-
3 Bedak Padat Murah Tahan Lama dan Anti Luntur Saat Berkeringat
-
Pertemanan Tanaman Plastik: Tampak Hidup di Story, Mati di Kehidupan Nyata
-
Bejo, Sapi Seberat 1 Ton Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo di Samarinda
-
Bukan Mistis, Ini Cara Keren Fadli Zon Kenalkan Keris ke Generasi Digital
-
Selat Solo Bisa Jadi Inspirasi Menu Idul Adha Selain Gulai
-
Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
-
Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya
-
Manga Horor Junji Ito, The Long Hair in the Attic Siap Diangkat Jadi Film Live Action