-
Cremonese terancam degradasi setelah kalah tipis dari Bologna dengan skor akhir 1-2.
-
Emil Audero mengkritik performa buruk taktis timnya terutama pada babak pertama pertandingan.
-
Kiper Timnas Indonesia tersebut tetap optimis Cremonese bisa bangkit di sisa kompetisi.
Suara.com - Situasi sulit tengah dialami Cremonese di ajang Serie A Liga Italia musim 2025/2026. Kekalahan terbaru membuat posisi mereka makin rawan terdegradasi, dan kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, akhirnya angkat bicara.
I Grigiorossi baru saja tumbang 1-2 dari Bologna di Stadion Giovanni Zini, Minggu (5/4/2026).
Hasil ini membuat mereka tertahan di peringkat ke-18 dengan 27 poin—zona merah yang semakin mengkhawatirkan jelang akhir musim.
Dalam laga tersebut, Audero sebenarnya tampil cukup gemilang. Ia mencatatkan lima penyelamatan penting serta delapan recoveries untuk meredam tekanan lawan.
Namun, satu momen krusial menjadi titik balik saat ia gagal mengantisipasi tembakan Jonathan Rowe yang berujung gol.
Meski begitu, Audero tidak mencari kambing hitam. Ia justru menyoroti performa tim secara keseluruhan, terutama di babak pertama yang dinilai jauh dari harapan.
“Babak pertama tidak bagus; kami terlambat menguasai bola. Kami lambat dalam mencoba menyerang umpan mereka dan tidak membaca aspek taktis dengan baik,” kata Emil Audero dikutip dari Sport Bites.
Kendati tertinggal, Cremonese menunjukkan reaksi berbeda selepas jeda.
Permainan mereka mulai lebih hidup dan berani menekan, meski hasil akhir belum berpihak.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 Tanpa Diaspora Eropa
Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa peluang bertahan belum sepenuhnya tertutup.
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, Cremonese dituntut tampil tanpa cela jika ingin keluar dari jeratan degradasi.
Kini, konsistensi jadi harga mati. Jika tidak segera bangkit, mimpi bertahan di Serie A bisa benar-benar sirna bagi tim yang masih berjuang di papan bawah tersebut.
“Namun, babak kedua jauh lebih positif, kami mencoba untuk memperbaiki keadaan," ungkap Emil.
"Kami memuji reaksi tim, mungkin sedikit keberuntungan akan berguna dalam beberapa situasi,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Wasit Francois Letexier Dituding Untungkan Argentina, Suporter Mesir Murka
-
Emosi dan Air Mata Lionel Messi: Apa yang Argentina Lakukan Benar-benar Gila
-
Kalah Dramatis dari Argentina, Pelatih Mesir: Francois Letexier Rugikan The Pharaohs
-
Ulasan Taktik Cerdas Lionel Scaloni: Perubahan Berani di Babak Kedua Jadi Kunci
-
Presiden Argentina Histeris Lihat Comeback Dramatis Lionel Messi Cs
-
Lionel Scaloni Ungkap Dua M yang Bikin Argentina Comeback Kalahkan Mesir
-
Wanita yang Buat Kevin De Bruyne dan Courtois Tak Saling Sapa Lebih dari Satu Dekade
-
Hanya 1 Pemain Brasil yang Berani Pulang Kampung Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Tuding Argentina Menang Dibantu Wasit Francois Letexier, Pemain Mesir Bawa-bawa Tuhan
-
PBB Turun Tangan! Senator Paraguay yang Hina Rasis Mbappe Melawan Balik