- Aktivitas perdagangan di bursa cenderung melandai dengan total nilai transaksi sebesar Rp13,49 triliun.
- Volume saham yang berpindah tangan sepanjang hari ini mencapai 27,16 miliar lembar saham.
- FTSE dijadwalkan memberikan pengumuman terbaru terkait klasifikasi negara dan pendalaman pasar modal Indonesia pada hari ini, 7 April 2026.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti di zona merah pada penutupan perdagangan Selasa (7/4/2026). Indeks tercatat mengalami koreksi sebesar 0,26 persen atau terpangkas 18,40 poin, yang membawanya parkir di level 6.971,03.
Aktivitas perdagangan di bursa cenderung melandai dengan total nilai transaksi sebesar Rp13,49 triliun. Angka ini hanya mencerminkan sekitar 57 persen dari rata-rata transaksi harian pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, volume saham yang berpindah tangan sepanjang hari ini mencapai 27,16 miliar lembar saham.
Mayoritas sektor saham mengalami tekanan pada hari ini. Kendati demikian, terdapat tiga sektor yang mampu melawan arus dan ditutup menguat, yakni sektor infrastruktur yang melesat 0,76 persen, sektor keuangan tumbuh 0,64 persen, dan sektor energi naik tipis 0,20 persen.
Sejumlah saham big cap (berkapitalisasi pasar besar) menjadi tulang punggung yang menahan kejatuhan indeks lebih dalam. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan kenaikan signifikan di atas 3 persen, sekaligus memberikan bantalan bagi pergerakan indeks LQ45.
Analis dari Phintraco Sekuritas menilai bahwa saat ini IHSG tengah memasuki fase konsolidasi atau sideways dalam rentang area 6.900 hingga 7.100.
Di sisi lain, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia menyoroti kondisi sentimen domestik maupun global yang masih diliputi ketidakpastian.
“Kami mengajak para investor dan pelaku pasar untuk tetap berpikir rasional di tengah tingginya level spekulatif dan tren wait and see yang mendominasi pasar saat ini,” tulis riset Kiwoom Sekuritas yang dirilis hari ini.
Selain faktor teknis, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada pengelola indeks global, FTSE Russell.
Baca Juga: IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya
Setelah sebelumnya menunda proses rebalancing mengikuti jejak MSCI, FTSE dijadwalkan memberikan pengumuman terbaru terkait klasifikasi negara dan pendalaman pasar modal Indonesia pada hari ini, 7 April 2026. Namun, hingga bel penutupan pasar berbunyi, otoritas indeks tersebut terpantau belum merilis pernyataan resmi yang dinantikan investor.
Dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terpantau semakin tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg pukul 16.00 WIB, rupiah ditutup melemah ke posisi Rp17.105 per dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA
-
Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis
-
BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat
-
Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton
-
DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya
-
PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara
-
GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya
-
Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang
-
BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank
-
Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN