Bisnis / Ekopol
Selasa, 07 April 2026 | 14:47 WIB
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pengadaan 25.000 motor listrik untuk mendukung program MBG. [Antara]
Baca 10 detik
  • Kepala BGN Dadan Hindayana mengonfirmasi pengadaan 25.000 unit motor listrik untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis tahun 2025.
  • Dadan menegaskan informasi mengenai pengadaan 70.000 unit motor dalam video yang viral di media sosial adalah tidak benar.
  • Motor tersebut saat ini masih dalam proses pencatatan sebagai Barang Milik Negara sebelum didistribusikan kepada Kepala Satuan Pelayanan Gizi.

Suara.com - Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pihaknya membeli sekitar 25.000 motor listrik untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Hal itu disampaikan Dadan menanggapi beredarnya video di media sosial yang menampilkan deretan sepeda motor berlogo Badan Gizi Nasional hingga memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Dalam video yang beredar, terlihat motor berkelir biru tua jenis trail hingga matic dan motor listrik terparkir di dalam gudang.

Perekam video bahkan mengeklaim jumlah motor mencapai 70.000 unit dengan jenis beragam. Selain itu, motor-motor tersebut dikatakan mulai diangkut menggunakan truk.

Dadan sendiri mengakui pengadaan motor tersebut, tetapi mengatakan sejumlah klaim dalam video yang viral di media sosial tersebut salah dan tidak berdasar.

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, motor tersebut akan digunakan untuk menunjang operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Meski demikian, Dadan menegaskan bahwa motor-motor tersebut hingga kini belum didistribusikan kepada pihak terkait. Proses administrasi masih harus diselesaikan sebelum kendaraan dapat digunakan.

"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," jelasnya.

Baca Juga: Baru Tersentuh 10 Persen, Pesantren Penerima MBG Bakal Diperbanyak

Lebih lanjut, ia menyebut proses realisasi pengadaan kendaraan dilakukan secara bertahap yang dimulai sejak Desember 2025. Tahapan tersebut mencakup pengadaan hingga pencatatan sebagai Barang Milik Negara.

Terkait informasi yang beredar di media sosial soal jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit, Dadan membantah kabar tersebut. Ia menegaskan angka yang beredar tidak sesuai dengan data resmi.

"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," pungkas Dadan.

Load More