Suara.com - Nama Inayah Wahid belakangan ramai diperbincangkan publik. Putri bungsu dari Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid alias Gusdur, itu disebut-sebut telah menikah dengan sosok yang dikenal sebagai Lora Mamak atau Ra Mamak pada Minggu, 5 April 2026.
Kabar tersebut pertama kali mencuat di media sosial memperlihatkan seorang perempuan yang disebut sebagai Inayah duduk di kursi menyerupai pelaminan. Di sampingnya tampak seorang pria yang disebut sebagai Lora Mamak. Unggahan itu pun disertai doa agar keduanya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Pernikahan itu kemudian memicu rasa penasaran publik termasuk soal arti dari gelar "Ra" atau "Lora" yang melekat pada sosok pria yang disebut suami Inaya Wahid. Lantas apa makna sebenarnya? Simak penjelasan berikut ini.
Apa Arti Ra atau Lora?
Di kalangan masyarakat Madura, sebutan "Lora" atau "Ra" bukan sekadar panggilan biasa. Gelar ini memiliki makna kehormatan yang cukup tinggi. Lora biasanya digunakan untuk menyebut putra laki-laki dari seorang kiai atau tokoh agama yang memiliki pengaruh besar, khususnya di lingkungan pesantren.
Dalam konteks budaya, Lora memiliki posisi yang hampir setara dengan sebutan "Gus" yang umum digunakan di wilayah Jawa. Gelar ini tidak hanya mencerminkan garis keturunan, tetapi juga menunjukkan posisi sosial serta harapan besar dari masyarakat terhadap sosok tersebut.
Menariknya seiring perkembangan zaman, penggunaan gelar Lora tidak selalu terbatas pada anak kandung kiai. Dalam beberapa kasus, menantu atau santri yang memiliki kedekatan khusus dengan keluarga pesantren serta dianggap memiliki kapasitas keilmuan dan akhlak yang baik juga bisa mendapatkan sebutan tersebut.
Namun di sisi lain, makna Lora juga mengalami pergeseran. Tidak sedikit yang menggunakan gelar ini tanpa memperhatikan latar belakang tradisionalnya sehingga nilai kehormatannya kadang menjadi lebih longgar dibandingkan makna aslinya.
Sosok Lora Mamak Suami Inaya Wahid
Nama Lora Mamak sendiri merujuk pada KH Muhammad Shalahuddin A Warits, seorang tokoh pesantren yang cukup dikenal di wilayah Sumenep, Madura, Jawa Timur. Ia lahir pada 16 April 1982 dan merupakan putra dari KH A Warits Ilyas, pengasuh salah satu pesantren besar dan bersejarah di Madura, yakni Pondok Pesantren Annuqayah. Dari garis keluarga inilah gelar "Lora" yang ia sandang berasal.
Sebagai anak kiai, Lora Mamak termasuk figur yang sejak awal telah dipersiapkan untuk melanjutkan tradisi keilmuan dan kepemimpinan pesantren. Ia diketahui menjadi salah satu pengasuh di lingkungan Pesantren Annuqayah, khususnya di daerah Lubangsa, Guluk-Guluk.
Baca Juga: Sindiran Telak Inayah Wahid ke Kiky Saputri di Acara Lapor Pak! Bikin Tak Berkutik
Dari sisi pendidikan, rekam jejaknya juga cukup mentereng. Ia menempuh studi di Universitas Al-Azhar, Mesir yang dikenal sebagai salah satu kampus Islam terkemuka di dunia. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan Bahasa Arab.
Tak hanya itu, kemampuan bahasanya juga menjadi nilai tambah. Ia disebut menguasai beberapa bahasa asing, seperti Inggris, Arab, hingga Prancis.
Selain berkiprah di dunia pendidikan dan pesantren, Lora Mamak juga aktif dalam organisasi keagamaan. Ia terlibat dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat daerah.
Namanya juga sempat mencuat di ranah politik lokal. Pada Pilkada Sumenep 2020, ia masuk dalam bursa calon bupati, meski pada akhirnya tidak mendapatkan rekomendasi partai. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumenep.
Di luar aktivitasnya sebagai pengasuh pesantren dan tokoh organisasi, Lora Mamak juga memiliki rekam jejak di dunia kepenulisan. Sejak masa kuliah di Mesir, ia aktif di media mahasiswa dan pernah mengisi berbagai posisi, mulai dari reporter hingga pimpinan redaksi.
Berbekal pengalaman tersebut, ia kemudian mendirikan media bernama Arus Kampus yang menjadi wadah untuk menyalurkan gagasan serta pandangannya terhadap isu-isu sosial dan keberagaman.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
On Squad Race Debut di Jakarta, Lomba Estafet Urban Satukan Komunitas Pelari dalam Format Unik
-
6 Shio Paling Beruntung pada 8 Juli 2026, Hoki Menghampiri Sepanjang Hari
-
Apa Itu Teknik Baking dalam Makeup? Ini Caranya agar Riasan Tahan Lama
-
Review Viva Velvet Cushion yang Cuma Rp70 Ribuan: Hasilnya Flawless dan Samarkan Pori-Pori
-
Dari Matras ke Yacht, Tren Gaya Hidup Sehat Kini Hadir dengan Cara yang Lebih Seru
-
Apa Bedanya Tone Up Cream dan Moisturizer? Sering Dianggap Sama Padahal Fungsinya Beda
-
Beda Cushion Emina Hijau dan Ungu: Intip Kandungan, Manfaat, dan Harganya
-
Ramalan Horoskop 8 Juli 2026, 3 Zodiak Ini Bakal Diselimuti Keberuntungan
-
Budget Rp35 Ribuan Dapat Serum Apa? Ini 3 Pilihan untuk Kulit Glowing dan Cerah
-
5 Alasan Mengapa Sepatu Jalan Kaki Tidak Cocok Dipakai Lari, Dampaknya Bisa Fatal