/
Selasa, 23 Agustus 2022 | 13:27 WIB
Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara ((Suara.com/Yaumal))

Poptren.suara.com – Brigadir J tewas ditembak oleh Bharada E di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Komnas HAM (Komisi Hak Asasi Manusia) membenarkan bahwa Brigadir J mendapatkan ancaman pembunuhan.

Brigadir J bercerita kepada sang Kekasih Vera melalui sambungan telepon bahwa ia mendapatkan ancaman sebelum peristiwa tersebut terjadi.

"Kami coba komunikasi dan dapat keterangan detail. Betul tanggal 7 malam memang ada ancaman pembunuh," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam pada Senin (22/8/2022).

Vera juga membeberkan bahwa Yosua mendapatkan ancaman dari squad.

Squd tersebut ternyata merajuk kepada KM (Kuat Maruf) asisten rumah tangga Putri Candrawathi.

"Kurang lebih kalimatnya J dilarang ke atas menemui Ibu P karena Ibu P sakit. Kalau naik akan dibunuh. Diancam squad-squad, siapa? nah ujungnya kita tahu Kuat bukan squad," ucap Anam.

"Dan gak ada urusan nangis-nangis. Jadi Vera cerita nangis-nangis sebelum tanggal 7. Urusannya lain dengan ancaman, ini pribadi," kata dia. 

Sumber : sumedang.suara.com

Baca Juga: Ayah dan Ibunya Menjadi Tersangka, Anak Ferdy Sambo Akan Diberikan Pendampingan Psikologis

Load More