- Pengamat Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas batangan berpotensi terkoreksi ke level Rp2.650.000 hingga Rp2.550.000 per gram.
- Harga emas dunia diprediksi menguji level dukungan 4.100 hingga 4.000 dolar AS per troy ounce minggu depan.
- Pergerakan harga emas akan dipengaruhi sentimen geopolitik Timur Tengah, kebijakan bank sentral Amerika, serta keseimbangan suplai global.
Suara.com - Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas batangan atau logam mulia masih berpotensi turun. Diramal, harga emas batangan bertengger di level Rp2.650.000
ia mengatakan, harga emas dunia pada penutupan perdagangan terakhir berada di level 4.174 dolar per troy ons. Sementara harga logam mulia ditutup di kisaran Rp2.670.000 per gram.
"Apabila terkoreksi support pertama itu di 4.100 dolar AS per troy ounce, kemudian logam mulianya di Rp2.650.000 per gram," ujar Ibrahim dalam analisis mingguan yang dikutip, Minggu (5/7/2026).
Menurut dia, apabila tekanan jual masih berlanjut, harga emas dunia berpotensi menguji level support kedua di 4.000 dolar AS per troy ounce. Kondisi tersebut diperkirakan akan mendorong harga logam mulia turun hingga Rp2.550.000 per gram.
Di sisi lain, Ibrahim menilai peluang penguatan harga emas masih terbuka apabila sentimen pasar kembali membaik.
"Nah, apabila harga emas dunia menguat, resisten pertama itu di 4.248 dolar AS per troy ounce kemudian rupiahnya apa, logam mulianya di Rp2.690.000 per gram," ucapnya.
Sementara apabila penguatan berlanjut, harga emas dunia diproyeksikan dapat menguji resistance kedua di level 4.348 dolar AS per troy ounce.
"Kalau seandainya rupiah logam mulia ini emas dunia itu menguat di resisten kedua itu di 4.348 dolar per troy ounce, kemudian logam mulianya di Rp2.780.000 per gram itu data teknikal," tutur Ibrahim.
Selain analisis teknikal, Ibrahim mengatakan pergerakan harga emas pada pekan depan akan ditentukan oleh tiga sentimen utama, yakni perkembangan geopolitik, kebijakan bank sentral Amerika Serikat, serta kondisi supply dan demand global.
Baca Juga: Harga Emas Antam Melonjak ke Rp2,67 Juta per Gram Selama Sepekan
"Dari geopolitik sendiri mungkin akan saya awali dari geopolitik di Timur Tengah, ya kita tahu bahwa pasca perjanjian nota kesepahaman antara Amerika dan Iran ya kondisi Selat Hormuz semakin ramai, bahkan saat ini terjadi oversupply dalam pengiriman minyak mentah tersebut," ujarnya .
Menurut dia, pelaku pasar kini juga menunggu pertemuan antara pejabat Amerika Serikat dan Iran yang akan membahas Selat Hormuz serta pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran, termasuk pencairan dana yang selama ini dibekukan.
"Nah ini yang sedang ditunggu oleh pasar, tapi pasar optimis bahwa Amerika dan Iran ada jadwal waktu 60 hari untuk gencatan senjata dan kemungkinan besar akan dipermanenkan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Pertamina Rombak Besar-besaran, 31 Anak Perusahaan Resmi Direstrukturisasi
-
Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh
-
Enaknya Jadi Komisaris Bank, Bisa Kredit Fiktif dan Manipulasi Pembukuan
-
BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri
-
IHSG Melambat, Volume Transaksi Terpangkas Lebih dari 3 Persen
-
Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM
-
Daftar Pesepak Bola Terkaya di Piala Dunia 2026, Ada yang Penghasilannya Rp5,3 Triliun!
-
Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga
-
Harga Emas Antam Melonjak ke Rp2,67 Juta per Gram Selama Sepekan
-
Purbaya Klaim Anggaran Pendidikan Tetap Rp 769,1 T Meski Subsidi BBM Naik