/
Minggu, 28 Agustus 2022 | 15:29 WIB
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan | Impact Arena | Piala Thomas dan Uber 2022 (suara.com)

Poptren.suara.com - Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (The Daddies) harus mengakui keunggulan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik di babak final Kejuaraan Dunia 2022 pada Minggu, 28 Agustus 2022 siang. The Daddies kalah melalui straight game dengan skor 19-21 dan 14-21 dalam 40 menit, dan otomatis menjadi runner-up Kejuaraan Dunia 2022.

The Daddies membuka jalannya pertandingan dengan keunggulan 3-1 atas wakil Malaysia. Keunggulan tersebut berhasil dipertahankan hingga interval gim dengan skor 11-8.

Usai Interval gim pertama, The Daddies sempat unggul 18-12 atas Aaron/Soh. Sayangnya, Aaron/Soh berhasil mengembangkan permainannya dan berbalik memberikan tekanan terhadap permainan The Daddies dan berhasil samakan kedudukan menjadi 19-19. The Daddies harus kalah di gim pertama dengan skor 19-21. Padahal, kesempatan untuk memenangkan gim pertama terbuka lebar.

Gim kedua, The Daddies kembali buka keunggulan 3-1 atas Aaron/Soh. Bermain penuh percaya diri, wakil Malaysia ini mampu membalikkan keadaan di interval gim kedua dengan skor 9-11.

Usai interval gim kedua, Aaron/Soh terus memberikan dominasi terhadap jalannya pertandingan. Pukulan-pukulan The Daddies pun seolah memberikan poin gratis. Tak mampu kejar ketertinggalan, The Daddies harus merelakan kemenangan di gim.

Kekalahan The Daddies sekaligus memastikan peraihan medali perak dan posisi runner-up. Sedangkan Aaron/Soh berhasil ciptakan rekor untuk bulutangkis Malaysia, karena merupakan medali emas pertama Malaysia di sepanjang pergelaran Kejuaraan Dunia.

Meski gagal sumbangkan emas untuk Indonesia, tetapi Indonesia berhasil meraih 2 medali dari sektor ganda campuran. The Daddies dengan medali perak serta Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (FajRi) dengan peraihan medali perunggu.

Terima kasih The Daddies. Terima kasih FajRi. Terima kasih Indonesia

Sumber : Yoursay.suara.com

Baca Juga: Sinopsis Drama The Underclass: Upaya BNK48 Lawan Kesenjangan di Sekolah

Load More