/
Senin, 12 September 2022 | 10:39 WIB
Ilustrasi seseorang yang sedang narsis. (Pexels/cottonbro)

Memanfatkan orang lain untuk medapatkan yang diinginkannya

Tidak mampu untuk meraba rasa atau menyadari perasaan atau kebutuhan orang lain

Memiliki perilaku yang arogan

Mengapa seseorang bisa mengidap gangguan ini?

Hingga saat ini, penyebab pasti dari gangguan kepribadian narastik belum diketahu dengan jelas. Meski demikian, berdasarkan para ahli, perilaku orangtua sangat berkaitan dengan gangguan kepribadian narsistik ini, termasuk kekerasan, ditinggal, dimanjakan, dan apabila anak dipuji terlalu lebih.

Anak yang dibersarkan oleh orangtua yang telalu menekankan keistemewaan anak dan terlalu mengkritisi rasa takut dan kegagalan memiliki risiko untuk mengalami gangguan ini. Faktor gen atau masalah fisik dan psikologis juga menjadi salah satu penyebab gangguan kepribadian.

Pengobatan Narsistik

Metode utama untik mengatasi naristik adalah terapi psikologis. Tujuannya agar pasien bisa memahami diri sendiri dengan lebih baik dan mampu mengendalikan prilakunya.

Terapi yang dapat dilakukan meliputi :

Baca Juga: Gus Irfan Sebut Uang Hasil Bermain Sulap Itu Haram, Warganet : Ngakak Banget!

Terapi bicara (psikoterapi), untuk membantu pasien menjalin hubungan yang lebih baik dengan orang lain, dan memahami penyebab timbulnya gejala narsistik

Terapi perilaku kognitif, untuk membantu pasien mengubah perilaku dan pemikiran yang merusak, guna mendapat gambaran diri yang realistis.

Itulah sedikit penjelasan mengenai gangguan kepribadian narsistik. Jika kamu merasa hal seperti itu jangan ragu untuk berkunjung ke dokter, psikolog atau psikiater.

Load More