poptren.suara.com - Seorang siswi SMA Negeri di Kabupaten Bantul, Jogja, mengalami depresi akibat dipaksa menggunakan lilbab oleh gurunya.
Ketika sedang melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Siswi ini dipaksa untuk memakai hijab karena salah satu bagian seragam wajibnya.
Aktivis Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Yogyakarta (AMPPY), Yuliani, mengatakan, kasus ini berawal saat siswi kelas 10 itu dipanggil oleh beberapa guru ke ruangan bimbingan konseling sekolah pada 19 Juli 2022. Siswi beragama Islam itu lalu ditanyai oleh gurunya kenapa tidak memakai jilbab atau hijab.
”Anak itu diinterogasi oleh tiga guru, kenapa enggak pakai hijab. Anak itu sudah terus terang belum mau (memakai hijab). Tapi, dia diinterogasi lama dan merasa dipojokkan,” ujar Yuliani saat ditemui di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (29/7/2022).
Yuliani memaparkan, siswi tersebut juga sempat dipakaikan hijab oleh gurunya. Tindakan itu membuat sang siswi merasa tidak nyaman. ”Dia dipakein hijab, mungkin untuk mencontohkan cara pakai hijab. Tapi anak itu merasa tidak nyaman dan kayak merasa dipaksa,” tuturnya.
Ia pun kemudian mengalami depresi akibat paksaan tersebut, sempat tidak mau makan hingga menolak berbicara dengan orangtuanya.
Setelah dipanggil ke ruang BK, Siswi ini langsung meminta izin ke Toilet. Ternyata di toilet sang anak ini nangis selama kurang lebih satu jam. Berawal dari sang guru yang mulai curiga karena siswi ini tidak muncul-muncul lagi setelah izin ke toilet membuat guru ini menyusul ke toilet.
Saat di buka pintu toiletnya anak ini sudah dalam keadaan lemas dan di bawa ke UKS lalu dipanggil orangtuanya.
Akibat kejadian tersebut, siswa ini mengalami depresi hingga tidak mau keluar kamarnya.
Yuliani juga menyebut, karena trauma dengan kejadian tersebut, siswi itu kemungkinan akan dipindah ke sekolah lain. Oleh karena itu, Yuliani akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mencarikan sekolah baru bagi anak tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
5 Game Baru Bertarung di Medan Perang September 2026, Hindari GTA 6
-
Dana Cair, 77 Dapur MBG di Kepri Beroperasi Bertahap
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang
-
Tak Berizin, Dua Lokasi Pertambangan di Kampar Ditutup
-
Barang Diskon Belum Tentu Murah: Mengapa Kita Mudah Terkecoh Label Promo?
-
Beda Lipstik Hanasui Biasa dan Boba: Cek Perbandingan Shade, Aroma, dan Harganya
-
TWS Under Rp500 Ribu yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Terbaik David GadgetIn
-
Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya
-
Kurir Narkoba Kedok Nelayan Edarkan Sabu dari Malaysia, Ditangkap di Karimun
-
Budget 2 Jutaan Dapat Tablet Apa? Ini Daftar Terbaik di 2026