poptren.suara.com - Pemkot Pontianak tidak menindaklanjuti surat terkait sengketa lahan, hal ini menyebabkan Sekolah Dasar Negeri 41 Kecamatan Pontianak terpaksa disegel oleh ahli waris pemilik tanah. Senin (19/09/22).
Dari unggahan Instagram @hipontianak, SD tersebut disegel dengan pagar digembok, dan terdapat spanduk penyegelan di depan pagar sekolah. Atas penyegelan tersebut, siswa SDN 41 ini terpaksa tidak bisa sekolah.
Sejak 1976 hingga saat ini, pihak Pemerintah Kota Pontianak tidak pernah memberi ganti rugi atas lahan tersebut.
“Dulu alasannya pemerintah melakukan tukar guling, tetapi tanah yang dijadikan tukar guling itu ternyata milik orang lain juga. Kemudian diganti lagi ke tanah yang lain, tetapi itu juga merupakan tanah orang lain. Sehingga ahli waris tidak mendapatkan penggantian sampai saat ini,” ungkapnya.
Penyegelan ini dikatakannya akan dilakukan ahli waris hingga waktu yang belum ditentukan, sampai Pemerintah Kota Pontianak memberikan kejelasan terkait lahan ini.
Selain menggembok pagar sekolah, pihak ahli waris juga memasang spanduk tulisan di depan sekolah. Dalam spanduk tersebut tertulis “Mohon Maaf Sekolah Ini Kami Segel. Untuk sementara kegiatan belajar mengajar di SDN 41 ini kami hentikan dikarenakan belum ada kejelasan dari pihak pemerintah kota Pontianak berkaitan dengan kewajibannya memberikan ganti rugi lahan yang telah digunakan sejak tahun 1976 hingga saat ini. Barang siapapun yang merusak atau membuka segel ini, kami akan menuntut melalui jalur hukum”.
Sekolah akhirnya terpaksa diliburkan, sangat disayangkan gara-gara warisan, murid yang tidak tahu apa apa jadi kena imbasnya tidak bisa sekolah seperti biasanya.
Berita Terkait
-
Selamatkan Kucing yang Terjebak Selama 5 Hari di atas Kanopi Damkar Pontianak Banjir Pujian Netizen
-
Imbas Pemkot Tak Ganti Rugi Tanah Sejak 1976, SDN 41 Pontianak Utara Disegel Ahli Waris Pemilik Lahan
-
Belasan Orang Jadi Korban Tanah Longsor PETI di Bengkayang, Warga: Kedepankan Nilai-Nilai Kemanusiaan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Kurniawan Dwi Yulianto Yakin Jepang Punya Celah, Timnas Indonesia U-17 Tak Mau Menyerah
-
BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara
-
Sagu Papua Go International! Begini Strategi Japamo Maksimalkan Dukungan BRI
-
Usung Aksi Mecha Epik, Anime Vertex Force Umumkan Tayang Oktober 2026
-
Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib
-
Lelaki yang Membawaku Naik Kapal dan Kabur ke Singapura
-
15.425 Orang Kena PHK hingga April 2026, Jawa Barat Urutan Pertama
-
Timnas Indonesia U-17 Terjepit di Grup B Piala Asia 2026, Ini Skenario Lolos ke Perempat Final
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Resmi! PB Padel Indonesia Jadi Anggota NOC, Buka Jalan Menuju Pentas Dunia