Poptren.suara.com – Warga Indonesia mengeluhkan bahwa Pertalite lebih boros daripada sebelumnya. Banyak juga yang membandingkan antara Pertalite dan Pertamax.
Manakah yang lebih irit dan lebih bagus antara Pertalite vs Pertamax?
Melansir dari suara.com, BBM Pertamax dinilai lebih irit dibandingkan dengan Pertalite. Hal ini karena Pertamax memiliki jumlah oktan lebih tinggi.
Dalam level efisiensi Pertamax juga ada di atas Pertalite, sehingga efektifitas kinerjanya lebih hemat.
Pertamax 1 liter bisa digunakan hingga jarak 54,04 km. Tak hanya itu saja, BBM dengan oktan RON 92 ini pun lebih bertenaga dibandingan dengan BB, yang beoktan di bawahnya.
Meski terlihat Pertamax lebih hemat, namun kamu juga harus menyesuaikan jenis BBM dengan kendaraan kamu.
Semakin tinggi rasio kompresi, maka RON yang dibutuhkan semakin besar. Jika tak sesuai, maka akan rawan knocking alias detonasi.
Untuk harga Pertalite dan Pertamax, Pertalite diketahui menawarkan harga lebih murah dibanding Pertamax. Meski harganya sedikit lebih mahal, namun Pertamax cenderung lebih irit dibandingkan Pertalite, terlebih lagi untuk kendaraan terbaru.
Adapun harga Pertalite terbaru mengalami kenaikan Rp2.350 dari yang awalnya Rp 7.650/liter jadi Rp 10.000/liter. Sedangkan Pertamax mengalami kenaikan Rp 2.000 dari yang awalnya Rp 12.500/liter jadi Rp14.500/liter.
Baca Juga: Hingga Kini Status Penahanan Putri Candrawathi Masih Belum Ditentukan Kejagung
Pertamax dan Pertalite memiliki beberapa kelebihan. Adapun kelebihan Pertalite yaitu proses pembakarannya cukup sempurna, harga cukup terjangkau, dan polusi yang dihasilan lebih ringan dari Premium.
Untuk kelebihan Pertamax, BBM jenis ini memiliki kinerja mesin yang optimal karena mengandung RON 92. Kelebihan lainnya, proses pembakarannya lebih sempurna, polusi yang dihasilkan jauh lebih sedik dibanding BBM jenis lainnya.
Meskipun Pertalite dan Pertamax memiliki kelebihan, namun ada juga kekurangannya. Adapun untuk kekurangan Pertamax yaitu harganya cenderung mahal. Selain itu, jika motor tidak memiliki radiator, maka mesin akan cepat panas jika menggunakan Pertamax.
Sedangkan untuk kekurangan Pertalite, BBM jenis ini dapat menimbulkan knocking (ngelitik) pada kendaraan 125cc. Pada kendaraan yang bahan bakar oktannya tinggi, BBM jenis ini juga bisa usia komponen mesin jadi lebih singkat. Selain itu, bensin juga lebih boros 20 persen.
Demikian ulasan mengenai lebih irit mana antara Pertalita vs Pertamax lengkap dengan harga serta kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Sumber : Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung
-
Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang
-
Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen
-
Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?
-
Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan
-
Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian
-
Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo
-
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
Masih Layakkah Thom Haye Dijuluki The Profesor? Bung Towel Kasih Pernyataan Kontroversial
-
HUT RI, Mahasiswa UGM Turunkan Bendera Setengah Tiang: 81 Tahun Merdeka atau Menderita?