- Perdagangan saham di BEI libur pada 16-17 Februari 2026 karena cuti bersama dan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
- Aktivitas efektif perdagangan saham hanya berlangsung tiga hari pada pekan tersebut, yaitu Rabu hingga Jumat (18-20 Februari 2026).
- Pembukaan kembali pasar bertepatan dengan awal Ramadan, namun jam perdagangan belum diumumkan mengalami perubahan.
Suara.com - Bagi Anda para pelaku pasar modal yang bertanya-tanya apakah perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka pada hari ini, Senin, 16 Februari 2026, jawabannya adalah tidak.
Berdasarkan kalender resmi libur bursa yang telah ditetapkan, aktivitas perdagangan pada pekan ketiga Februari ini mengalami penyesuaian signifikan akibat perayaan hari besar keagamaan dan nasional.
Pekan ini, para investor hanya memiliki waktu efektif selama tiga hari untuk melakukan transaksi, yakni mulai dari hari Rabu hingga Jumat (18–20 Februari 2026).
Jeda perdagangan ini terjadi karena Senin, 16 Februari 2026, telah ditetapkan sebagai cuti bersama dalam rangka Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Sementara itu, hari Selasa, 17 Februari 2026, merupakan hari libur nasional untuk merayakan Imlek tersebut.
Menariknya, saat perdagangan kembali dibuka pada Rabu, 18 Februari 2026, momen tersebut bertepatan dengan hari pertama puasa Ramadan bagi warga Muhammadiyah.
Meskipun memasuki bulan suci, otoritas bursa hingga saat ini belum mengumumkan adanya perubahan jam perdagangan.
Artinya, operasional BEI akan tetap berlangsung normal seperti biasa sepanjang bulan Ramadan, kecuali jika ada instruksi lanjutan dari regulator di kemudian hari.
Perpaduan antara momentum Imlek dan awal Ramadan ini menciptakan dinamika pasar yang unik.
Baca Juga: Merayakan Imlek Makin Hemat: Restock Skincare dan Makeup Favorit di Watsons Promo!
Secara historis, periode ini sering kali menjadi motor penggerak bagi sejumlah sektor tertentu di lantai bursa, meskipun dibayangi oleh tantangan likuiditas akibat jeda libur yang cukup panjang.
Kondisi pasar yang hanya aktif selama tiga hari dalam sepekan biasanya memicu penurunan volume transaksi.
Pasar saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi, di mana arah pergerakan cenderung mendatar dengan potensi penguatan yang masih terbatas pada sektor-sektor tertentu.
Kondisi likuiditas yang rendah ini berisiko membuat IHSG bergerak sideways dan sangat rentan terhadap tekanan aksi ambil untung (profit taking). Terkait level teknikal indeks, Wafi memberikan angka krusial bagi para trader.
Mengingat waktu perdagangan yang sangat terbatas dan volatilitas yang mungkin meningkat, menjaga keseimbangan portofolio menjadi kunci utama bagi investor.
Pada akhir perdagangan pekan lalu, indeks tercatat merosot 0,64 persen atau turun ke posisi 8.212,27.
Berita Terkait
-
Libur Imlek Dongkrak Penumpang Kereta Cepat Whoosh, Tembus 25 Ribu per Hari
-
6 Shio Paling Hoki dan Cuan Jelang Imlek, Ada Macan hingga Ayam
-
Tak Cuma BUMI, Ini Saham-saham Bakrie yang Harganya Meroket
-
35 Ucapan Imlek 2026 untuk Bos yang Sopan dan Profesional, Siap Di-copas!
-
Terpopuler: 50 Kartu Ucapan Imlek, Parfum Halal untuk Salat Tarawih
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Pedagang Online Dukung Kewajiban NIB, Tapi Minta Pemerintah Ikut Atur Potongan Komisi E-commerce
-
PNM Borong GCG Awards 2026, Layani 23,3 Juta Perempuan Prasejahtera hingga Mei
-
Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 1,61 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, BI Bakal Lakukan Ini
-
Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Secara Tiba-tiba Mundur
-
BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo
-
Purbaya Lantik Sekaligus 3 Dirjen Baru Kemenkeu, Langsung Kasih Tugas Khusus
-
Anak Buah Menkeu Purbaya: APBN Tekor Rp600 Triliun, Pajak Dana JHT Terpaksa Tetap Dipungut
-
Harga LNG Murah Ternyata Hanya Berlaku di Jawa Barat, Said Iqbal Cari Bahlil
-
Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi
-
Harga Cabai Merah Tiba-Tiba Melonjak, Beras dan Bawang Ikut Naik Hari Ini