/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:11 WIB
Ratusan Aremania mendatangi RS Wava Husada, Kabupaten Malang usai kerusuhan Stadion Kanjuruhan pada laga Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022). ((Foto: Binar Gumilang/TIMES Indonesia))

Poptren.suara.com – Peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memakan korban hingga ratusan orang, dari infomasi yang diterima Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) korban tewas bertambah hingga 153 orang.

"Saya sebagai salah satu penggila bola ikut berduka atas jatuhnya korban di stadion Kanjuruhan, Malang. Sampai pagi ini informasinya sudah 153 orang yang meninggal dunia," kata Komisioner Komnas HAM, Minggu (2/10/2022).

Komnas HAM juga berencana untuk melakukan penelurusan terkait penyebab kerusuhan yang terjadi saat laga Arema versus Persebaya pada Sabtu, 1 Oktober 2022.

Saat ini, Komnas HAM masih meneliti hinga membahas dengan serius tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang.

"Belum koordinasi dengan pihak Kepolisian. Kami masih koordinasi di internal Komnas HAM," katanya.

Sebelumnya, polisi mengatakan ada 127 korban yang meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Kerusuhan ini terjadi setelah pertandingan selesai anatara Arema dengan Persebaya. Yang berakhir 2-3 dan dimenangkan oleh Persebaya Surabaya.

Sebanyak 125 Aremania yang dikabarkan menjadi korban akan tragedi tersebut. Sementara itu ada dua anggota polisi juga yang dikabarkan meninggal dunia.

Mayoritas korban meninggal karena mengalami sesak nafas dan juga terinjak-injak usai polisi melemparkan gas air mata.

Baca Juga: Ratusan Orang Meninggal Dunia di Stadion Kanjuruhan Diduga Akibat Tembakan Gas Air Mata

"Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua diantaranya anggota Polri, dan 125 yang meninggal, di stadion ada 34," beber Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta di Mapolres Malang.

Akibat insiden berdarah ini, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) memutuskan untuk menghentikan kompetisi BRI liga 1 2022/2023 selama sepekan. PT LIB menyampaikan duka cita mendalam terhadap para korban.

Sumber : depok.suara.com

Load More